Penipuan Makin Meyakinkan Berkat AI, Bitdefender Bawa Teknologi Deteksi Deepfake ke RI

Jum'at, 09 Oktober 2026 | 14:03 WIB
Ilustrasi teknologi Deepfake. [Shutterstock]
BACA 10 DETIK
  • Bitdefender dan PT GIA mengumumkan kerja sama eksklusif pada 8 Oktober 2026 untuk memasarkan produk keamanan di Indonesia.
  • Pelaku kejahatan siber memanfaatkan kecerdasan artifisial dan deepfake untuk melakukan penipuan daring dalam skala besar di Indonesia.
  • Produk Bitdefender dan PT GIA dijual melalui retailer serta marketplace untuk melindungi data pribadi dan keuangan konsumen.

Angka tersebut menggambarkan risiko yang dihadapi pengguna ketika banyak urusan pribadi dan keuangan dilakukan melalui satu perangkat. Jika akun atau identitas digital berhasil dicuri, dampaknya bisa meluas ke berbagai layanan yang digunakan korban.

Kolaborasi Bitdefender dan GIA membawa teknologi deteksi Deepfake ke Indonesia, Jakarta, Kamis (8/10/2026). [Suara.com/Dythia]

Perlindungan dari Malware hingga Deepfake

Melalui kerja sama dengan PT GIA, Bitdefender akan memasarkan seluruh portofolio produk konsumennya di Indonesia. Pilihannya mencakup paket untuk pengguna individu maupun keluarga.

Selain perlindungan komputer dan perangkat mobile, portofolio tersebut mencakup fitur keamanan identitas, privasi, anti-scam, dan pendeteksi deepfake.

Produk-produk ini ditujukan untuk membantu pengguna menghadapi ancaman saat beraktivitas di rumah maupun ketika bepergian.

Direktur PT GIA, Mr. Chok, mengatakan kerja sama ini membuka akses lebih luas bagi konsumen Indonesia untuk menggunakan solusi keamanan dari Bitdefender.

“Kami senang dapat bermitra dengan Bitdefender untuk memberikan akses kepada masyarakat Indonesia terhadap perlindungan yang tepercaya dan canggih dalam menghadapi ancaman siber yang terus berkembang,” ujarnya.

Kedua perusahaan juga akan memprioritaskan pemasaran solusi berbasis AI dan anti-penipuan. Fokus tersebut sejalan dengan meningkatnya penggunaan teknik social engineering, ketika pelaku memanipulasi korban agar percaya, membagikan informasi, atau melakukan transaksi.

Dijual Lewat Retailer dan Marketplace

Seluruh produk konsumen Bitdefender akan tersedia melalui jaringan reseller PT GIA, termasuk retailer fisik dan marketplace online di Indonesia.

Bitdefender juga mengantongi sejumlah pengakuan dari lembaga pengujian keamanan dan analis industri. Perusahaan tersebut dinobatkan sebagai Leader dalam IDC MarketScape: Worldwide Consumer Digital Life Protection 2025 Vendor Assessment serta menerima penghargaan AV-TEST untuk kategori perlindungan Windows, keamanan macOS, dan keamanan Android.

Kolaborasi Bitdefender dan GIA membawa teknologi deteksi Deepfake ke Indonesia, Jakarta, Kamis (8/10/2026). [Suara.com/Dythia]

Ciprian mengatakan, Indonesia merupakan salah satu pasar ekonomi digital yang besar dan berkembang pesat. Melalui kemitraan dengan PT GIA, Bitdefender ingin memperluas jangkauan perlindungan bagi pengguna di Tanah Air.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com