Suara.com - David Moyes akhirnya meninggalkan klub Manchester United. Klub Premier League ini telah mengumumkan bahwa Moyes telah meninggal posisinya sebagai manajer MU.
Sebelumnya sudah dikabarkan Direksi klub sudah kehilangan kesabaran kepada Moyes yang gagal mengangkat performa Manchester United sejak dipercaya sebagai pengganti Sir Alex Ferguson.
Untuk kali petama dalam 19 tahun terakhir, MU tidak akan bisa bertanding di ajang liga Champions musim depan. Kekalahan 2-0 dari Everton membuat manajemen merasa Moyes bukan orang yang tepat untuk menjadi manajer MU.
Berikut ini adalah bukti kegagalan David Moyes selama menukangi Manchester United.
Kekalahan pertama United terjadi pada 1 September 2013 di Anfield. Setan Merah dibekuk 1-0 oleh Liverpool. Setelah itu tren kekalahan pun terus bergulir.
Kekalahan kedua United terjadi pada 22 September di Etihad Stadium. United dipecundangi 4-1.
Enam hari kemudian United ditekuk tim gurem West Brom 1-2.
Permainan United kembali terpuruk setelah hanya bermain imbang dengan penghuni dasar klasemen Cardiff City 2-2, pada 24 November.
4 Desember, Moyes dan United dipermalukan Everton 1-0 di Old Trafford. Everton adalah klub yang ditangani Moyes sebelum hijrah ke United.
Toga hari berselang, United kembali kalah lagi di kandang. Kali ini mereka ditekuk Newcastle United 0-1.
Tepat tahun baru, Moyes dan United kembali menelan hasil memalukan setelah ditekuk Tottenham Hotspurs 1-2 di Old Trafford. Itu adalah kado Tahun Baru terburuk bagi fans United.
Empat hari berselang, Moyes membuat United menerima kekalahan kelimanya di Old Trafford, setelah ditekuk Swansea City. Kekalahan itu sekaligus melempar United dari Piala FA.
Dua hari berselang, Moyes juga membuat tak berkutik setelah ditekuk ditekuk Sunderland 2-1 dalam Piala Liga.
Lalu pada 19 Januari 2014, Moyes dan United dibuat tak berkutik oleh tuan rumah Chelsea 3-1 di Stamford Bridge.
Tiga hari setelah ditekuk Chelsea, United benar-benar terempas dari Piala Liga setelah kalah dalam adu penalti dari Sunderland.
Tag
Berita Terkait
-
Old Trafford Bocor Lagi saat MU Hajar Ipswich, Ada Apa dengan Stadion MU?
-
Legenda MU Ramal Arsenal Juara Lagi, Pertahanan The Gunners Disebut Jauh di Atas Rival
-
Sisi Gelap 2,6 Miliar Transaksi Video Commerce: UMKM Sejahtera atau Sekadar Capek?
-
Mangkrak 10 Tahun, Stadion Utama Sumbar Kini Kembali Bergeliat
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Kronologis Pendaki WNI Ditemukan Meninggal Dunia di Stasiun Ketujuh Gunung Fuji Jepang
-
Potensi Kerusuhan Terkendali, Pengamat Hukum Nilai Polri Berhasil Amankan Aksi 27 Agustus
-
Harga Asics Novablast Terbaru, Cek 3 Seri Sepatu Lari Paling Populer untuk Pemula dan Pro
-
Review Film Other: Sajian Thriller Psikologis dengan Atmosfer yang Sunyi
-
Perjuangkan Hak Rakyat Palestina, Asia Pacific Coalition for Quds and Palestine Buka Markas di RI
-
BPOM Perketat Batas BPA 12x Lebih Rendah, Galon Guna Ulang Jadi Sorotan
-
Rahasia Fintech Tetap Tangguh di Tengah Pasar yang Berubah
-
Intelijen Ukraina Ungkap Taktik Rusia Rekrut WNI ke Garis Depan
-
11 Ribu Personel Diketahkan dan 237 Kali Water Bombing, BNPB Ungkap Sulitnya Tangani Karhutla Sumsel
-
Sering Salah? Ini Aturan Urutan Operasi Hitung yang Benar, Perkalian atau Pembagian Dulu?