Suara.com - Seorang pencopet di Brasil menangis histeris setelah dia dihajar hingga tak berdaya oleh seorang perempuan yang tadinya akan dia rampok. Wesley Sousa de Araujo, nama sang pencopet, terus berteriak minta tolong ketika perempuan yang ternyata atlet tarung MMA itu mencekiknya dengan kuncian paha sampai polisi tiba.
Dalam rekaman video yang diunggah ke YouTube terlihat Araujo menangis histeris bahkan memangil-manggil ibunya ketika Monique Bastos mengunci lehernya dengan sebuah jurus kuncian jiu-jitsu bernama "lion killer" atau pembunuh singa.
Peristiwa yang terjadi pada awal September itu terjadi ketika Araujo dan rekannya berusaha merampok Bastos dan seorang perempuan lain di jalanan Acailandia, Brasil bagian barat. Araujo, yang mengendarai sepeda motor, tak tahu bahwa Bastos, korbanya, adalah petarung profesional MMA dan peraih sabuk biru jiu-jitsu.
Bastos sendiri, dalam wawancara dengan situs berita Brasil, iG, mengatakan Araujo dan rekannya merebut telepon seluler yang sedang dia genggam.
"Saya melihat bahwa mereka tak bersenjata, jadi saya menendang mereka jatuh dari sepeda motor," cerita Bastos, yang sudah enam kali bertarung dalam ring MMA.
"Saya tidak takut. Saya tahu saya bisa melumpuhkan mereka," lanjut dia.
Ia bercerita bahwa rekan Araujo berhasil melarikan diri pada saat itu dan sial bagi Araujo karena Bastos berhasil menghajarnya, menjatuhkannya, dan mengunci lehernya hingga 20 menit.
Kuncian lion killer dalam jiu-jitsu Brasil adalah jurus mengunci leher lawan menggunakan dua kaki. Dalam video itu sendiri, tampak Araujo tak bisa berkutik ketika paha dan betis Bastos melingkar di lehernya, sementara salah satu tangannya ditarik ke belakang pinggang Bastos.
Adapun Araujo yang sudah tertangkap basah dan terkunci, terus berteriak meminta pertolongan. Ia bahkan memanggil-manggil ibunya untuk menolong dia.
Seperti yang dilansir The Telegraph, belakangan Araujo dibawa ke kantor polisi dan ditahan, meski pun dia terus membantah telah mencopet.
Berita Terkait
-
Bukan Sekadar Superhero: Sisi Gelap Spider-Noir yang Menampar Realita
-
Bukan Copet, Transjakarta Ungkap Fakta Penumpang Ngamuk di Koridor 5 yang Viral
-
Kasus Video JK: Pelapor Ade Armando dan Abu Janda Kecewa Laporannya Dilempar ke Polda Metro
-
MMA Indonesia Bidik Dominasi di Asia, Jaring Talenta Lewat Kejurnas 2026
-
Kadang Bukan Gagal, Hidup Memang Punya Rencana yang Berbeda
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Pegawai Hotel Sultan Terungkap! Pemerintah Mulai Pendataan dan Verifikasi
-
Datangi Kediaman Jokowi di Solo, Sespri Prabowo Rizky Irmansyah Jadi Sorotan
-
Kalimat 'Endasmu' dari Prabowo Muncul Usai Singgung Wartawan di Penas
-
Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah Imbas Rugi Terus
-
Istana Rilis 5 Calon Logo HUT 81 RI, Masyarakat Bisa Pilih Langsung
-
Vino G Bastian, Sigi Wimala, dan Rudi Soedjarwo Bicara Arti Kasih Sayang di Film Tanah Runtuh
-
Langkah Besar Menuju Damai, JD Vance Sebut Dialog AS - Iran Berjalan Positif
-
Guru Besar UMY: Masa Depan Politik Gibran Masih Bergantung pada Bayang-Bayang Jokowi
-
Kematian Dua Calon Pengelola Kopdes Saat Latihan Dasar Militer, Pemerintah: Program Tetap Lanjut
-
Suap Mahasiswa UBK Viral, Terseret Nama 'Kapolda' dan Aliran Dana Rp20 Juta