Suara.com - Seorang sopir asal Cina diganjar hukuman mati dengan cara disuntik mati. Ia terbukti membunuh tiga orang dalam sebuah kecelakaan mobil. Saat hari eksekusi tiba, lelaki bernama Li Shiyuan itu meminta untuk melihat putrinya yang masih kecil untuk terakhir kali.
Bahkan ibunya, istri serta putrinya datang untuk mengucapkan selamat tinggal kepadanya.
Melansir Viral4real, saat melihat istri dan ibunya di dalam penjara di Daqing, Heilongjiang, Li terus berkata, "Biarkan aku menggendong putriku."
Setelah itu, Li juga memberi hormat kepada ibunya dengan membungkuk dan memeluk istri dan putrinya.
Putrinya kemudian berkata, "Selamat tinggal ayah" dan tanpa tahu kalau itu menjadi perpisahan terakhirnya dengan ayahnya yang akan pergi selamanya.
Warganet Cina tersentuh melihat video tersebut. Bahkan yang lainnya harus patah hati melihat anak perempuan kecil itu. Namun, banyak warganet yang mengklaim meski kondisinya amat memilukan, Li harus menghadapi konsekuensi dari tindakannya sendiri.
Untuk diketahui, lelaki berusia 30 tahun tersebut bertengkar dengan salah satu dari tiga orang di sebuah karaoke di bulan Mei 2015 lalu.
Setelah keluar dari ruangan karaoke, ia masuk ke sebuah mobil dan langsung mengejar tiga orang tersebut untuk membalas dendam.
Li mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi dan langsung menghantam mobil tiga orang tersebut hingga jatuh ke selokan. Mobil mereka pun terbakar hingga membuat ketiganya tewas.
Sementara, dua orang lainnya yang berada di dalam mobil tersebut dilaporkan terluka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Penyanyi Nggak Harus Bersuara Bagus Menurut Ahmad Dhani: Yang Penting Ikonik!
-
Enggan Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
-
Wacana Pangkas Gaji Menteri, Purbaya Nyatakan Tak Keberatan, Sebut Bisa Capai 25 Persen
-
Desta Turun Gunung Jadi Host The Icon Indonesia, Atas Arahan Ahmad Dhani
-
Mensesneg Prasetyo Hadi Sebut Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS
-
Pemerintah Indonesia Respons Positif Gencatan Senjata Iran-AS
-
Bahlil Pastikan Stok LPG Aman di Atas 10 Hari
-
Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar: Ongkos Haji Akan Tetap Turun
-
Disebut Danai Ijazah Palsu Jokowi, Jusuf Kalla Laporkan Pencemaran Nama Baik
-
Ridwan Kamil Tak Kunjung Dipanggil Lagi, KPK Masih Dalami Dokumen