Pengungsi Rohingya: Mimpi Anak-anak yang lahir di Kamp Pengungsian

Rabu, 09 September 2020 | 12:00 WIB

Suara.com - Mimpi Nayeem sederhana, ia ingin pergi ke kota dan melihat laut. Ibunya tengah hamil saat operasi militer di Myanmar memaksa mereka kabur, berjalan kaki dari Myanmar ke perbatasan Bangladesh.

"Saya tidak bisa kemana-mana. Saya hanya bisa meninggalkan tempat ini bila besar nanti," kata Nayeem, bocah tiga tahun yang lahir dan tumbuh di kamp pengungsian Muslim Rohingya terbesar di dunia, Cox's Bazar.

Lebih dari sejuta pengungsi kini memadati Cox’s Bazar. Setiap tahunnya, sekitar 20.000 anak lahir di sana.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com