Suara.com - Di tengah pertumbuhan industri kosmetik di Indonesia, terdapat jalur gelap kosmetik ilegal atau lazim disebut krim abal-abal berbahan merkuri hingga hidrokuinon muncul di pasaran.
BPOM menyebut mereka sudah memberangus keberadaan krim-krim itu berulang kali, setidaknya dalam sepuluh tahun terakhir. Tidak adanya efek jera bagi pelaku diduga memicu menjamurnya praktik kosmetik ilegal.
Hanya sedikit korban yang mau berbicara tentang hal ini, karena mereka dirundung malu, akibat wajahnya terdampak krim abal-abal. Namun berbeda dengan Nur Tya, yang kini berusia 31 tahun.
Nur–sapaan akrabnya–nampak sumringah ketika tiba di Jakarta untuk mengadiri acara yang melibatkan sejumlah dokter kulit bertajuk 'melanin Heroes' pada awal Desember 2024 lalu.
Dia tidak terlihat kikuk bertemu orang baru, tetapi ketika diajak bicara, cerita yang dia tuturkan mengalir deras. Nur mulai percaya diri bertemu banyak orang sejak memutuskan tampil di media sosial pada 2022.
Namun, ibu satu anak itu menyimpan cerita pahit tentang wajahnya yang tetangganya sebut 'gosong' akibat pemakaian krim abal-abal menahun. Di sisi lain, Badan Pengawas Obat dan Makanan masih menelusuri 'jalan gelap' kosmetik ilegal di Indonesia, dan mencoba memberi efek jera yang setimpal untuk pelaku.
Berita Terkait
-
4 Micellar Water Green Tea Solusi Lawan Pemicu Jerawat pada Kulit Berminyak
-
Sabun Cuci Muka Sombong Apakah Sudah BPOM? Intip Fakta dan Harganya
-
4 Cleanser Zinc PCA, Bersihkan Kotoran Kulit Berminyak Tanpa Bikin Ketarik
-
2 Kopi Lokal Berbahaya Temuan BPOM, Mengandung Obat Keras dan Pakai Izin Edar Palsu
-
Tren Lip Skinification: Saat Lipstik Berubah Jadi Skincare untuk Bibir
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Penebangan Pohon di Jalan Riau Bandung Naik Kelas ke Pidana Berat, Gakkum KLH Turun Tangan
-
Raih Kontrak Rp1,16 T, WSKT Rampungkan Pembangunan Satu Sekolah Rakyat di Surabaya
-
Datangi Rutan KPK, Pengacara Febrie Adriansyah Beberkan Dugaan Kejanggalan pada Sprindik Kejagung
-
Bahlil Semprot AMPG: Satu Periode Empat Kali Ganti Sekjen, Pengkaderan 'Enggak Jelas'
-
Menebak Isi Pembicaraan Perdamaian AS - Iran Terbaru
-
RI Masih Senang Impor Minyak Bikin Neraca Dagang Tekor di Juni
-
Mitchell Baker Jadi Ujung Tombak Indonesia, Vietnam Andalkan Bek 196 Cm Jadi Striker?
-
Terbukti Lakukan Pungli Rp1,7 Juta ke Sopir Truk, Petugas Dishub Bekasi Terancam Dipecat
-
Habiburokhman Sentil Konten Eben Martono: Rekam SPG GIIAS Tanpa Izin Bisa Dipidana
-
Prabowo Bangga Setiap Timnas Bertanding, Merah Putih Mampu Menyatukan Seluruh Rakyat Indonesia