Video / News
Sabtu, 02 Mei 2026 | 17:00 WIB

Suara.com - Di balik peran pentingnya dalam mencerdaskan generasi bangsa, banyak guru honorer masih hidup dalam keterbatasan ekonomi.

Ini kisah Rayhan Nanda, guru honorer SD Negeri Karangmloko 1 yang memilih bertahan di dunia pendidikan sejak 2022.

Di tengah keterbatasan penghasilannya, ia tetap mengabdi sebagai guru Bahasa Inggris, menempuh puluhan kilometer setiap hari demi mengajar dan membentuk generasi.

Bagi Rayhan, menjadi guru bukan sekadar pekerjaan, tapi panggilan. Ada rasa bangga saat muridnya belajar hal baru, tumbuh, dan perlahan menjadi versi terbaik dari diri mereka.

Di balik perjuangannya, ada harapan sederhana: pendidikan yang lebih dihargai, dan masa depan yang lebih pasti bagi para guru honorer. Karena bagi mereka, mengajar bukan hanya tentang hari ini, tapi tentang masa depan.

Selengkapnya dalam video ini.

Tim Produksi: Yulita Futty/Fatikha Rizki/Hikmawan Firdaus/Najwa/Yansen/Rahadian Adi/Leo

Load More