Suara.com - Dugaan politik uang dan pencatutan nama Presiden Prabowo Subianto mewarnai penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang.
Tokoh Nahdliyin, Gus Lilur, mengklaim adanya pengondisian suara hingga ratusan miliar rupiah serta dugaan pemberian uang tunai kepada anggota AHWA.
Atas temuan tersebut, ia mendesak KPK untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan demi menjaga independensi organisasi. Meski demikian, seluruh tuduhan aliran dana fantastis ini masih sebatas klaim sepihak yang belum terbukti secara hukum.
Selengkapnya dalam video ini.
Creative/Video Editor: Lia/Evan