/
Jum'at, 12 Agustus 2022 | 16:08 WIB
Kediaman Irjen Ferdy Sambo (antara)

Bharada E saat itu sudah memegang pistol, sama seperti Ferdy Sambo. “Sambo pegang pistol, tapi Sambo pakai sarung tangan,” terangnya.

Namun, Bharada E tidak mengetahui apa yang membuat Brigadir J berlutut di depan Ferdy Sambo.

Saat itu Brigadir J kata pengacara Bharada E, dalam posisi berlutut dengan kedua tangan menyatu di belakang kepala.

“Namanya kalau polisi kan kalau berlutut begini (sembari memperagakan),” kata pengacara Bharada E menjelaskan.

Dari sana kemudian muncul perintah dari Ferdy Sambo pada Bharada E, untuk segera menembak Brigadir J

“Oeeii…sekarang oeii…tembak! Tembak! Tembak oeeii!!” perintah Ferdy Sambo kepada Eliezer diucap ulang sang pengacara.

Mendengar perintah sang jenderal, Eliezer pun sontak ketakutan. “Kalau Richard nggak nembak, mungkin dia yang ditembak. Karena sama-sama pegang pistol, kan,” tuturnya.

Dalam keadaan tertekan dan dengan perintah Ferdy Sambo, Bharada E tak punya pilihan, lalu menembak Brigadir J.

“Akhirnya Richard (Bharada E) atas perintah, langsung tembak lah. Dar..dar..dar,” bebernya.

Baca Juga: Brigadir J Berlutut, Irjen Ferdy Sambo ke Bharada E: OeeiiSekarang OeiiTembak! Tembak! Tembak Oeeii

Deolipa mengatakan, Bharada sempat akan menolak perintah Ferdy Sambo itu. Bharada E masih ingat betul jika Brigadir J adalah teman dekat dan sama sekali tak memiliki motif untuk mencabut nyawa sahabatnya sendiri.

“Tapi ini diperintah sama iblis. Iblisnya ya Sambo itu juga,” kata sang pengacara.

Load More