SuaraBandung.id - Suasana Jumat berdarah di Duren Tiga, Jakarta, tak ada yang bisa mengetahui secara pasti.
Kondisi sangat menegangkan, lantaran yang ada di lokasi pembunuhan Brigadir J, semua memegang senjata api.
Pengacara tersangka Eliezer alias Bharada E, Deolipa Yumara tegas menyatakan, Bharada Eliezer mengakui menembak Brigadir J.
Namun timbul pertanyaan, apakah Bharada E sempat berpikir menolak perintah Irjen Ferdy Sambo untuk mengeksekusi mati Brigadir J?
Apakah yang akan terjadi jika, Bharada E menolak perintah Ferdy Sambo? Berikut adalah pernyataan Pengacara tersangka Eliezer alias Bharada E, Deolipa Yumara.
Drama menyayat hati terjadi di lantai dua rumah dinas Kadiv Propam Polri di Duren Tiga Jakarta, di saat Brigadir J berlutut, yang kemungkinan besar memohon untuk terakhir kalinya agar tidak dieksekusi.
Akan tetapi, dengan darah dingin sang jenderal memerintahkan menembak pada anak buahnya. Hingga terjadilah drama besar seperti yang terjadi saat ini.
Peristiwa memilukan tanpa perikemanusiaan itu terjadi di Duren Tiga, rumah yang berasal dari uang rakyat, untuk mereka jenderal polisi bertugas.
Rumah tersebut menjadi lokasi di mana nyawa Brigadir J dicabut secara paksa oleh atasannya sendiri.
Baca Juga: Brigadir J Berlutut, Irjen Ferdy Sambo ke Bharada E: OeeiiSekarang OeiiTembak! Tembak! Tembak Oeeii
Pengacara tersangka Eliezer alias Bharada E, Deolipa Yumara tegas menyatakan, Bharada Eliezer mengakui menembak Brigadir J.
Namun, dia juga tegas mengatakan jika Bharada E menembak Brigadir J atas dasar perintah mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo.
Bagaimana detik-detik Brigadir J dieksekusi mati itu disampaikan Deolipa Yumara dalam wawancara yang diunggah di kanal Youtube tvOneNews pada Kamis (11/8/2022) malam.
Kejadian keji di Jumat berdarah itu, berawal saat Bharada E dipanggil Ferdy Sambo untuk ke lantai dua rumah dinas di Duren Tiga.
Ketika itu, Bharada E melihat langsung posisi rekan sekamarnya, yakni Brigadir J sedang berlutut di depan Ferdy Sambo yang sedang menenteng senjata.
Bharada E mengatakan, sebelum ke lantai atas sudah lebih dulu ada kejadian. Namun, Bharada E mengatakan tidak mengetahui secara pasti awal kejadian mengerikan itu.
“Di atas itu sudah ada kejadian. Almarhum Yosua (Brigadir J) berlutut di depan Sambo,” ungkap Deolipa mengulang pernyataan Bharada E.
Berita Terkait
-
Brigadir J Berlutut, Irjen Ferdy Sambo ke Bharada E: OeeiiSekarang OeiiTembak! Tembak! Tembak Oeeii
-
Populer Siang Ini: Putri Candrawathi Malu Ungkap Fakta hingga Irjen Ferdy Sambo dan 3 Anak Buahnya Mencabut Paksa Nyawa Brigadir J
-
Ada Masalah Apa Istri Ferdy Sambo Menangis Sejak di Magelang, Benarkah Putri Chandrawathi Sudah Tahu Brigadir J akan Dihabisi
-
Tak Kalah Tegas, Ayah Brigadir J Ajukan Satu Permintaan ke Polri Setelah Mendengar Irjen Ferdy Sambo Membuat Skenario Pembunuhan Korban
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
5 Sepatu Puma Lifestyle Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
-
Timnas Indonesia Lawan Oman dan Mozambik di GBK Untuk Dongkrak Ranking FIFA Juni 2026
-
Anggaran BOSDa DIY 2026 Dipangkas Rp9 Miliar, Sekolah Kecil Terancam Tak Mampu Beroperasi
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Seraut Kenangan dalam Secangkir Kopi di Kedai Tempo Doeloe Kalisat Jember
-
Alibi Ashari Cabuli Santriwati: Sebut Korban Penuh Dengki dan Harus Diobati dengan Tidur Bareng
-
Lebih Ganas dari PMK! Ancaman Penyakit BEF Hantui Sapi Kurban di Bekasi: Telat Sehari Bisa Mati
-
Investigasi Kemenhub Ungkap Bus ALS Tak Miliki Izin Operasi
-
Spesifikasi POCO C81 Pro: HP Murah Sejutaan Layar Luas dengan Penyimpanan UFS 2.2
-
Emiten PSGO Raup Pendapatan Tembus Rp2,55 Triliun, Ini Pendorongnya