SuaraBandung.id - Geng motor di Bandung ternyata bukan hanya terkenal garang dan suka membantai korbanya, mereka juga ternyata menjadi sindikat internasional penjualan narkoba di Kota Kembang ini.
Kabar terbaru dari markas Institusi Cokelat, seorang ketua geng motor yang dikenal kejam berinisial RR diciduk lantaran masuk jaringan bisnis sabu lintas negara.
Pria berusia 30 tahun ini ditangkap oleh Polresta Bandung dengan barang bukti yang tidak sedikit.
RR yang saat ini tengah menjabat sebagai ketua geng motor di Bandung itu diamankan bersama barang bukti tiga kilogram sabu yang ia simpan di kediamannya.
Untuk mengelabui aparat, RR menyembunyikan shabu tersebut dalam kantong teh dengan label bertuliskan bahasa China.
"Jadi, barang haram jenis sabu ini dikemas dalam bungkus teh seolah ini adalah teh. Ini hanya kedok belaka," kata Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo Wibowo di Mapolresta Bandung, Rabu (17/8/2022).
Ia memaparkan, dari informasi sementara yang ia dapatkan, pimpinan geng motor di Rancaekek itu mendapatkan barang haram tersebut dari Purwakarta.
Dari mana barang itu sebelum Purwarkarta, pihaknya masih menyelediki lebih lanjut.
Menurutnya, geng motor ini terindikasi dengan jaringan internasional.
Kusrworo menyebut, terdapat enam jaringan lain yang berhasil diungkap dengan waktu satu bulan satu minggu ini.
"Melihat dari jumlahnya tidak menutup kemungkinan ada jaringan internasional makanya terus kita lakukan pendalaman," jelasnya.
"DPO ada satu berinisial M, tapi bisa jadi berkembang ke yang lain-lain," katanya melanjutkan.
Atas perbuatan RR ini, dirinya dijerat dengan pasal 114 subsider 112 UU No 35 2009 dengan ancaman hukuman seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Sebagai informasi, untuk satu gram sabu bisa membunuh tiga orang. Jika satu kilogram sabu tentu bisa membunuh 3000 orang. Artinya jika tiga kg sabu, maka 9 ribu orang bisa terbunuh.
Berita Terkait
-
Banyak Wanita yang Ogah Hamil Jadi Pemicu Resesi Seks di China
-
China Umumkan Sejumlah Pejabat Dipenjara dan Dipecat Lantaran Gagal Hadapi Penularan Covid-19
-
Banjir Bandang Terjang Pengzhou China, Dilaporkan Tujuh Orang Tewas
-
China Klaim Negara Paling Aman untuk Wanita, Media Barat Bongkar Fakta Mengerikan: Rekaman CCTV Tak Bisa Dibungkam
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Umrah di Tengah Konflik Iran-Israel, Habib Usman Tetap Boyong Keluarga Lebaran di Tanah Suci
-
Bukan Mobil, Pemudik Motor Mulai Masuk Jogja: Tembus 129 Ribu Sehari!
-
Netanyahu Sudah Tewas? Video Terbaru Memperkuat Penggunaan AI: Ada Keanehan di Isi Kopi
-
Puncak Arus Mudik Dimulai! 2.390 Mobil per Jam 'Serbu' Semarang via Tol Kalikangkung
-
Orang Asing Beli Sirup Marjan di Indonesia, Pengakuannya Viral
-
Murka! Ahmad Luthfi Soal OTT KPK Cilacap: Integritas Itu Perbuatan, Bukan Cuma di Mulut
-
Jadwal Imsak Palembang Hari Ini, 16 Maret 2026: Batas Sahur dan Subuh
-
PTBA Luncurkan Reverse Vending Machine, Sampah Botol Plastik Kini Bisa Ditukar Uang
-
Dedi Mulyadi Cairkan Kompensasi untuk Ribuan Sopir Angkot Jalur Puncak Bogor
-
7 Fakta Kunci Dashrun Bogor: Dari Ajang Adu Kecepatan Hingga Solusi Ampuh Cegah Tawuran