SuaraBandung.id - Mabes Polri tidak main-main dalam membongkar kejahatan yang diduga telah dilakukan mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo.
Jenderal bintang dua ini diduga telah "membunuh" banyak orang demi memuluskan kebohongannya agar dipercaya satu rakyat NKRI.
Untuk membongkar semua, saat ini Mabes Polri yang membentuk tim khusus alias timsus masih bekerja keras demi menyelamatkan institusi Polri dari dampak besar kejahatan Ferdy Sambo.
Jalan Polri seakan lancar tanpa hambatan setelah adanya penetapan Ferdy Sambo sebagai tersangka.
Hal itu bisa dilakukan setelah Bharada E sebagai eksekutor Brigadir J mengaku jika skenario soal baku tembak, hingga kasus pelecehan seksual yang didalilkan Ferdy Sambo ternyata adalah sebuah rekayasa.
Atas munculnya kasus kejam tak berperikemanusiaan ini, publik seakan terus memeoloti kasus tersebut, agar tidak sampai ada skenario baru yang merusak nalar dan pikiran rakyat.
Nama Ferdy Sambo menjadi trending di dunia maya maupun di dunia nyata. Dugaan berbagai kejahatan Ferdy Sambo pun turut dikaitkan dengan kasus besar.
Mulai dari dugaan sebagai king judi online, hingga dugaan ada rekayasa pada kasus KM 50 yang menyebabkan para pengawal Habib Rizieq meninggal secara tidak wajar, yakni dieksekusi di jalanan.
Sepak terjang jenderal bintang dua ini benar-benar membuat publik terheran-heran mengapa di tubuh Polri ada manusia yang sekejam itu.
Baca Juga: Resep Nasi Goreng Salmon, Menu Enak dan Praktis untuk Sarapan
Kekejaman Ferdy Sambo ini dikuliti seorang pengacara bernama Saor Siagian seperti dilihat dari YouTube Indonesia Lawyers Club.
Terlihat dalam video tersebut, ada beberapa narasumber yang kesemuanya membahas Ferdy Sambo.
Namun, dari banyak narasumber, pengacara yang juga aktivis, Saor Siagian yang paling berani "menelanjangi" Ferdy Sambo.
Dalam acara itu, Saor Siagian mengulas kembali bagaimana skenario awal yang dibuat Ferdy Sambo sangatlah sadis.
Ferdy Sambo melibatkan sejawat dan anak buahnya di tubuh Polri untuk mereka skenario betapa bejatnya korban Brigadir J hingga wajar untuk ditembak mati dalam sebuah baku tebak.
Setelah kejadian, Ferdy Sambo masih berakting. Saor Siagian mengatakan, Ferdy Sambo mencoba menceritakan kembali peristiwa saat pemeriksaan yang dilakukan Timsus kepada Ferdy Sambo.
Berita Terkait
-
Diseret ke Magelang, Kesaksian ART Ferdy Sambo Soal Adegan di Sofa dan Kamar Putri Candrawati Diragukan, Setimpal Nyawa Brigadir J yang Dihabisi?
-
Update Kasus Brigadir J, Komnas HAM Temukan Bukti Penting hingga Hasil Tes PCR, Ocehan ART Signifikan
-
Benarkah Ini Pengakuan AKP Rita? Seolah Tahu Siapa Salah dan Benar di Kasus Ferdy Sambo, Akui Ada Hubungan dengan sang Jenderal
-
AKP Rita Akhirnya Muncul Juga? Panjang Lebar Bahas Ferdy Sambo hingga Singgung Soal Keadilan, Ada Satu Kalimat Pendek untuk Brigadir J
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti
-
BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial
-
Fashion Show dari Limbah hingga Bazar UMKM Ramaikan Alun-alun Cilegon
-
Ketika Penyandang Disabilitas Didorong Membangun Bisnis Berkelanjutan
-
KPK Tahan 4 Tersangka Baru Korupsi Asuransi Fiktif PT Pelni Rp263 Miliar
-
Limbah Sianida vs Kemarau Panjang: Saat Sungai Cikaniki Mati Rasa dan Warga Berjuang Demi Air Bersih
-
Askrindo Pertajam Strategi Pertumbuhan, Fokus Diversifikasi Produk hingga Digitalisasi
-
Optimalkan Pelayanan Publik, Mendagri: Pentingnya Penguatan Kapasitas & Dukungan Bagi Kepala Daerah
-
Nyaris Beredar! Polisi Gagalkan Distribusi 784 Ribu Butir Obat Keras Ilegal di Bandung
-
Semakin Praktis, Pembayaran Transportasi Umum Kini Cukup Tempel HP