/
Kamis, 18 Agustus 2022 | 11:07 WIB
Kolase foto mendiang Brigadir J, Ferdy Sambo, dan istri Putri Candrawathi. (kadibpropam)

SuaraBandung.id - Asisten rumah tangga (ART) Ferdy Sambo, Kuat Ma'ruf memberikan keterangan soal dugaan adanya adegan Putri Candrawathi bersama Brigadir J di sofa dan di kamar pribadi sang jenderal.

Diduga dari keterangan Kuat Ma'ruf, Ferdy Sambo marah besar hingga terjadi pertengkaran dan diakhiri dengan mengeksekusi Brigadir J di Duren Tiga, Jakarta Selatan pada (8/8/2022)

Seperti diketahui, insiden penembakan Brigadir J atas perintah Ferdy Sambo menjadi perhatian besar publik.

Drama dan rekayasa baku tembak dan pelecehan seksual pada istri Ferdy Sambo yang dilakukan Brigadir J dinilai sebagai upaya kebohongan menutupi motif yang sebenarnya terjadi.

Sempat menjadi misteri, akhirnya tentang fakta kejadian di Duren Tiga, mulai terbongkar meski belum terang benderang.

Satu di antara isu yang  mencuat adalah isu yang diduga pelecehan seksual Brigadir J terhadap Putri Candrawathi di Duren Tiga bisa dipatahkan.

Setelah laporan pelecehan di Duren Tiga dipatahkan, kini ada isu baru jika istri Ferdy Sambo dan Brigadir J ada hubungan spesial.

Isu tersebut kini menjadi tanda tanya besar masyarakat, atas apa yang sebenarnya dilakukan Brigadir J, Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo di Magelang.

Gelapnya motif pembunuhan, kini malah muncul fakta baru yang mengatakan pembunuhan itu disebabkan oleh kemarahan Ferdy Sambo.

Baca Juga: Tanda Bahaya! Usai Bersenggama Badan Gemetar dan Gelisah, Segera Lakukan 5 Hal Penting Anjuran Ulama

Informasi yang beredar, asisten rumah tangga (ART) Ferdy Sambo, Kuat Ma'ruf memergoki kedekatan antara Brigadir J dan Putri Candrawathi saat keduanya berada di Magelang, Jawa Tengah.

Dari mulut Kuat Ma'ruf  ini diduga menjadi awal petaka atas kematian Brigadir J. 

Kuat Ma'ruf mengatakan, diduga istri Ferdy Sambo dan Brigadir J berdekatan di sofa dan kamar.

Hal itu membuat Kuat Ma'ruf melaporkan apa yang dilihatnya kepada Ferdy Sambo.

Namun, apa yang dikatakan Kuat Ma'ruf  hingga  Ferdy Sambo membunuh Brigadir J, justru dipertanyakan Ahli Hukum Tata Negara, Refly Harun.

RH sapaannya, meragukan apa yang dikatakan Kuat Ma'ruf. Dia menilai,  peristiwa yang disampaikan Kuat Ma'ruf  tidak setimpal dengan aksi pembunuhan yang kini membuat mantan Kadiv Propam Polri itu dinonaktifkan dan ditahan di Mako Brimob, Depok.

Load More