/
Sabtu, 03 September 2022 | 19:55 WIB
Ilustrasi Presiden Jokowi dan demo mahasiswa (foto tak terkait berita). Mahasiswa Makassar berunjuk rasa menolak kenaikkan harga BBM yang baru saja diumumkan Jokowi. (baliputra sundana)

Antrean yang didominasi oleh mobil meluber hingga ke jalan raya. Kondisi ini mengakibatkan kemacetan di jalan Poros Perintis kemerdekaan karena antrean di SPBU mengular hingga 2 km di jalan raya.

Sejumlah pengendara mengaku baru mengetahui kenaikan BBM dari instagram. Sehingga, mereka langsung tancap gas ke SPBU.

"Jakarta dan Makassar beda sejam. Jadi masih ada kesempatan untuk kasih penuh tangki. Walau harus antre panjang begini," kata salah satu pengendara mobil, Iswanto.

Seorang pengendara, Yusuf Mansur mengaku kecewa atas keputusan Jokowi yang mencabut subsidi untuk kepentingan rakyat. 

Dia mengatakan, masyarakat seolah kena prank oleh pemerintah. "Selamat kena frank. Jokowi jadi naikkan harga BBM," katanya.

"Pas kita lengah karena kasus Sambo, pemerintah tiba-tiba naikkan harga. Padahal kemarin saya antre di SPBU Sudiang lima jam demi isi solar, besoknya ternyata tidak naik. Luar biasa pak Jokowi prank masyarakat," keluhnya.

Yusuf mengaku hidupnya saat ini sudah seperti lagu Iwan Fals. "BBM naik tinggi, harga susu tidak mampu terbeli".

"Sudah kayak lagu Iwan Fals ini hidup, mbak. BBM naik, harga bahan pokok juga pasti ikut naik. Kita tidak mampu belikan anak susu," ujarnya sambil berkelakar.

Kontributor: Lorensia Clara Tambing
Sumber: SuaraSulsel.id

Baca Juga: Pedagang Sayuran di Magelang Merasa Diakali Pemerintah, Mendadak Menaikkan Harga BBM dan Belum Sempat Isi Bensin

Load More