SuaraBandung.id – Dalam Salah satu kajian, Gus Baha pernah mengungkapkan mengenai penyebab banyak beramal tapi malah lebih buruk dari Firaun.
Mengapa banyak beramal malah lebih buruk dari Firaun, ini harus diketahui oleh semua umat muslim, karena hal ini sering terjadi dan tanpa disadari dilakukan.
Bahkan menurut Gus Baha ini sangat merepotkan.
Lantas, mengapa banyak beramal malah lebih buruk dari Firaun?
Seperti dilansir SuaraBandung.id dari kanal YouTube Kajian Cerdas, Minggu (11/9/2022), berikut ulasannya.
Gus baha dalam kajiannya, menyampaikan bahwa semua orang diuji oleh Allah dengan kalimat 'Ana robbukumul a‘la' (Akulah Tuhanmu yang paling tinggi) di hatinya.
Yang berarti banyak orang yang secara tidak sadar menuhankan diri dan Allah SWT menguji mereka dengan itu.
"Makanya semua orang itu diuji diam-diam di hatinya bilang 'Ana robbukumul a‘la'. Misalnya kamu jadi majikan, terus ada orang miskin kamu urus (lalu berkata), 'Kalau bukan aku yang mengurusmu, siapa yang akan mengurusmu? Kamu misal tidak bekerja denganku, kamu kerja dengan siapa? Kalau tidak aku kasih makan, kamu dapat makan dari mana?'," ungkap Gus Baha.
Bukan hanya itu, seluruh langit pun akan mengkritik dan mengatakan ”Kapan kamu jagi Tuhan,” ucap Gus Baha melanjutkan.
Orang yang seperti itu secara tidak langsung telah menuhankan dirinya, dan bersikap sombong, meski tersembunyi.
Sehingga Abdul Qodir Al Junaidi mengatakan bahwa orang seperti itu lebih buruk dari Firaun.
Setelah mengetahui penyebab mengapa seseorang yang banyak beramal tapi lebih buruk dari Firaun ini, maka jangan lakukan. Karena hal yang seperti itu sering terjadi dan tanpa disadari.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026