Bri / News
Senin, 10 Agustus 2026 | 15:59 WIB
Dok: BRI
Baca 10 detik
  • BRI Cabang Situbondo dan Komisi VI DPR RI menggelar edukasi siber di SMAN 2 Situbondo pada hari Jumat.
  • Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat agar waspada terhadap kejahatan *phishing*, pinjol ilegal, dan *scamming*.
  • Acara tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan digital serta meminimalkan risiko kerugian finansial akibat kejahatan siber bagi publik.

Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga keamanan serta kenyamanan masyarakat saat bertransaksi secara digital.

Wujud kepedulian ini ditunjukkan oleh BRI Cabang Situbondo, Jawa Timur, yang secara aktif menggandeng Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) untuk menggelar kegiatan edukasi dan sosialisasi pencegahan kejahatan siber pada Jumat.

Langkah proaktif perbankan berplat merah ini ditujukan untuk membangun benteng pertahanan utama dalam menghadapi maraknya ancaman kejahatan digital, mulai dari modus phishing, jebakan pinjaman online (pinjol) ilegal, hingga praktik scamming.

Melalui forum Sosialisasi Kemitraan BUMN yang bertempat di Aula SMA Negeri 2 Situbondo, BRI menghadirkan pemahaman komprehensif bagi ratusan peserta yang hadir dari berbagai kalangan masyarakat.

Anggota Komisi VI DPR RI, HM Nasim Khan, mengapresiasi langkah konkret dan inisiatif BRI yang konsisten turun langsung ke lapangan guna membentengi para nasabah dan masyarakat umum dari potensi kerugian finansial.

"Kegiatan ini merupakan upaya mengedukasi dan memberi pemahaman masyarakat terhadap keamanan transaksi digital," kata anggota Komisi VI DPR RI, HM Nasim Khan dalam kegiatan Sosialisasi Kemitraan BUMN di Aula SMA Negeri 2 Situbondo, Jumat.

Dalam pemaparannya, jajaran BRI dan Komisi VI DPR RI menekankan betapa krusialnya menjaga kerahasiaan data-data perbankan yang bersifat pribadi.

Masyarakat diingatkan untuk tidak pernah membagikan informasi sensitif seperti kode One-Time Password (OTP), kata sandi, maupun nomor PIN kepada pihak siapa pun. Upaya edukasi pencegahan ini difokuskan pada pengenalan berbagai teknik kejahatan siber yang kian canggih, terutama phishing.

"Seperti pishing, yakni upaya penipu untuk memperoleh informasi pribadi korban melalui pesan, tautan atau situs palsu yang menyerupai layanan resmi," kata anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PKB itu.

Baca Juga: BRI Bebaskan Biaya Potongan QRIS (MDR 0%) Lewat BRImerchant, Ini Caranya

Peran aktif BRI dalam meningkatkan derajat literasi keuangan dan digital masyarakat dinilai sangat relevan dengan tingginya adopsi layanan perbankan digital di era modern.

Dengan memberikan wawasan secara tatap muka dan aplikatif, BRI berupaya memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati kemudahan teknologi perbankan tanpa rasa cemas.

"Edukasi secara langsung ini masyarakat diharapkan lebih hati-hati sebelum memberikan informasi atau melakukan transaksi," katanya.

Tidak hanya fokus pada ranah keamanan siber, kiprah BRI sebagai salah satu institusi keuangan tertua dan terbesar di Tanah Air juga mendapat perhatian khusus.

Nasim Khan secara terbuka memberikan apresiasi atas dedikasi dan konsistensi BRI Cabang Situbondo yang tidak pernah lelah melayani masyarakat hingga ke pelosok daerah, sekaligus bertindak sebagai mitra strategis dalam memberikan pendampingan serta pemberdayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

"Melalui sinergi antara lembaga perbankan, DPR dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu memperluas wawasan digital publik, meminimalkan risiko kerugian finansial akibat kejahatan siber serta mendorong terciptanya ekosistem ekonomi digital yang aman dan produktif," katanya.

Load More