/
Selasa, 13 September 2022 | 18:36 WIB
Buya Yahya. [YouTube] (YouTube)

SuaraBandung.id - Sebagian dari kita pernah berpikir bagaimana hukumnya jika kita membunuh semut saat menyingkirkannya dari tempat tertentu seperti toples makanan, ataupun pada makanan yang manis.

Terkadang manusia merasa terganggu oleh semut, meskipun manusia di dunia hidup berdampingan dengan serangga itu.

Islam pun membahas tentang hukum membunuh semut. Satu ceramah Buya Yahya dalam sebuah video, memenjawab hukum membunuh semut. Video itu ditayangkan dalam channel Al-Bahjah TV.

Hukum membunuh semut ini diberi catatan tersendiri oleh Buya Yahya. Menurutnya, jika semut mengganggu maka kita tidak berdosa hukumnya bila membunuh semut itu.

Kita pun tak perlu membunuh semut apabila kita tidak diganggu dan semut itu masih bisa ditoleransi. Semut yang boleh dibunuh hanya semut yang mengganggu saja.

"Misalnya (semut) merusak makanan maka semut itu boleh dibinasakan. Tapi Ingat, tidak boleh kita membakar semut.  Bener-bener nggak boleh kita membakar binatang hidup-hidup begitu enggak boleh. Kalau ingin mematikan (maka) matikan dengan cara yang aman dan terhormat. Mau diapa (saja) terserah, yang penting jangan dibakar." jelas Buya Yahya.

Penjelasan Buya Yahya itu bisa secara langsung disimak pada channel youtubenya yaitu Al-Bahjah TV.

Sebelumnya, Buya Yahya menjawab hukum membunuh semut dalam episode spesial di channel Al-Bahjah TV. Buya Yahya menjelaskan tentang apa yang harus dillakukan jika kita menjumpai semut.

"Kalau ada orang (yang) penuh kasih dengan semut itu (merupakan) hal yang bagus. Akan tetapi, rasa kasih sayang itu juga harus dikembangkan." respon Buya Yahya.

Baca Juga: Bharada E dalam Bahaya, Cium Upaya Dikorbankan Melalui Skema Lie Detector

Buya Yahya menegaskan bahwa dalam sehari-hari kita harus memiliki karakter untuk tidak menyakiti siapapun jika memang masih ada kesempatan, apalagi jika terhadap manusia maka tak boleh berani membunuh.

Hukum membunuh semut menurut Buya Yahya adalah makruh. Kehidupan yang penuh berkah pun akan didapat oleh orang yang tidak mau menyakiti semut karena orang itu betul-betul orang yang penuh kasih.

"Makruh (hukumnya) dan bahkan sampai derajat haram. Ngapain hidupnya (hanya) mencari semut!" Buya Yahya mengungkapkan. 

Buya Yahya pada dasarnya menyampaikan bahwa kita tidak harus memikirkan segerombolan semut yang lewat di hadapan kita jika semut itu tidak mengganggu. Kalau masih bisa dihindari, maka sebaiknya kita hindari dulu semut itu.

Load More