/
Jum'at, 23 September 2022 | 22:10 WIB
kajian Gus Baha (TikTok)

SuaraBandung.id - Gus Baha mengatakan bahwa dalam mengaji itu harus objektif dan jujur.

Satu di antara problem yang ada yaitu banyak da'i yang mengklaim dirinya mengajak kepada Allah dan Rasul, tetapi sebetulnya mengajak kepada kelompoknya sendiri.

"saya ini termasuk kiai yang masih orisinil, kiai orisinil gini, suatu saat atau kapan saja saya udah ndak laku jadi kiai, asal islam jalan tetep seneng, karena gak penting, yang populer saya ndak itu ndak penting, yang penting agama ini tetep jalan," Gus Baha mengatakan.

Gus Baha kemudian menghubungkan hal itu dengan kondisi negara saat ini. Ia mengatakan bahwa siapapun yang menjadi presiden, negera ini harus tetap berjalan.

"sama, negara ini juga harus jalan siapapun presidennya, nah ini penting saya utarakan karena perbedaan antara nafsu dengan komitmen beragama itu tipis sekali," Ungkap Gus Baha.

Lalu Gus Baha menyampaikan kisah tentang bukti keadilan Rasulullah SAW yakni ketika Rasul sedang mengadakan pengajian.

"pernah suatu saat nabi itu ngaji, ya ngaji seperti ini, terus ada pemuda dengan cueknya melewati masjid yang sedang dipakai nabi ngaji, singkat cerita semuanya ngomel, bergumam," ujar Gus Baha.

Kemudian disebutkan oleh Gus Baha bahwa dalam kisah itu nabi berbesar hati kepada pemuda yang lewat di depan pengajiannya.

"Celaka betul pemuda itu, ada nabi ngaji kok nggak ikut, tapi nabi secara besar hati hentikan, ini ada di beberapa kitab, kata nabi, pemuda itu mau mencangkul di lahannya, jika dia bekerja untuk keluarganya, untuk kebaikannya, maka itu bagian dari ajaranku," Gus Baha menyampaikan.

Baca Juga: Hati-Hati! Jangan Sampai Lakukan Hal Ini saat Bangun Tidur, Gus Baha: Allah SWT Murka

Setelah itu dikatakan oleh Gus Baha bahwa dalam kisah itu bisa jadi orang yang hadir dalam pengajian justru sedang menghindari kewajibannya kepada istri ataupun keluarga.

"dan bisa saja yang sedang hadir itu orang yang hindari istrinya minta belanja, jadi ngaji terus, biar nggak dituntut belanja tadi," ungkap Gus Baha disambut tawa pendengarnya.

Gus Baha kemudian menegaskan kembali tentang kiai-kiai yang disebut masih orisinil, bahwa mereka itu benar-benar melatih nafsunya.

"maka masyhur, ada orang cerita perang sama Ali radiallahu anhu, ketika perang ini sangat semangat, tapi ketika orang itu meludahi dan sayidina Ali tersinggung karena dinodai, sayidina Ali langsung angkat tangan," ungkap Gus Baha.

"sudah perangnya nggak usah diteruskan, karena saya sekarang marah sama kamu, sekarang demi nafsu karena kamu meludahi saya, padahal saya tadi motifnya demi Allah dan Rasul," Gus Baha menambahkan.

Gus Baha mengatakan bahwa emosi karena diri sendiri dan emosi karena Allah itu perbedaannya sangat tipis. Setelah itu Gus Baha menyampaikan kisah tentang seorang kiai yang dibulli oleh seorang anak muda.

Load More