"Saya berharap (kerusuhan) ini menjadi pelajaran betul-betul bagi kita, bukan hanya di Kanjuruhan tetapi di berbagai tempat," ujar Zainudin menegaskan.
Dia mengaku kecewa lantaran kerusuhan ini terjadi setelah Kemenpora mengizinkan hadirnya penonton di stadion.
Dia lantas merasa kebijakan itu justru dibalas buruk. Untuk mencegah kejadian pilu ini berulang, Menpora lantas meminta PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI untuk melakukan investigasi mendalam terkait hal ihwal tragedi tersebut.
Kemudian dikatakannya pihak pemerintah akan berkomunikasi intens dengan PT LIB dan PSSI soal teknis dan kelanjutan kompetisi liga musim ini.
"Saya komunikasi dengan PT LIB, apa langkah selanjutnya yang akan mereka lakukan, apakah diteruskan tanpa penonton, hal-hal yang lain yang menjadi pertimbangan PSSI dan PT LIB, karena itu kan menjadi area mereka," kata Zainudin.
Awalnya lancar
Laga sengit Arema FC vs Persebaya awalnya berlangsung lancar tanpa ada masalah.
Hingga pertandingan selesai, dengan dimenangkan Persebaya, situasi masih kondusif .
Akan tetapi di sana mulai terlihat satu, dua suporter Arema FC, Aremania merasa kecewa.
Baca Juga: Bos Arema FC Minta Maaf dan Siap Tanggung Biaya Korban Tragedi Kericuhan Kanjuruhan
Satu per satu mereka merangsek ke lapangan menghampiri pemain yang masih berkumpul di lapangan.
Dari sana, gelombang massa terlihat turun ke lapangan menginvasi hingga mengejar para pemain dan kru inti klub Arema FC.
Dan petaka pun dimulai. Atas ulah oknum suporter itu memancing yang lain melakukan hal yang sama.
Suporter yang turun ke lapangan semakin banyak, jumlahnya ribuan dan sulit dikendalikan.
Kemudian petugas keamanan dari anggota TNI-Polri melakukan berbagai upaya menahan gelombang massa masuk dan rusuh.
Mereka memukul mundur Aremania sambil mengamankan pemain.
Akan tetapi upaya itu gagal. Massa semakin brutal yang kemudian dibalas dengan tembakan gas air mata.
Sumber: Antara
Berita Terkait
-
Bos Arema FC Minta Maaf dan Siap Tanggung Biaya Korban Tragedi Kericuhan Kanjuruhan
-
Tragedi Kericuhan Kanjuruhan, Bek Persib Bandung Ahmad Jufriyanto Harap Kejadian Ini Tidak Terulang Kembali!
-
Kesaksian Suporter di Kanjuruhan: Tidak Ada Kerusuhan, Saya Tidak Tahu Mengapa Ada Tembakan Gas Air Mata
-
Doa Bersama dari GBLA! Ribuan Aparat Kemanan Bentuk Koreografi 'Arema' Ditengah Lapangan
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Alasan Mengejutkan Trump Ogah Datang Pada Laga Perdana AS di Piala Dunia 2026
-
Sindiran Menohok Infantino: Piala Dunia Tambah Peserta, Italia Belum Tentu Lolos
-
Cristiano Ronaldo: Portugal Bukan Favorit Juara Piala Dunia 2026
-
Depresi Sejak Usia Muda ke Panggung Piala Dunia 2026: Kisah Kelam Striker Brasil Igor Thiago
-
Gegara Lagu Kebangsaan, Spanyol Jadi Negara Paling Dibenci di Piala Dunia 2026, Kok Bisa?
-
Budayawan, Arkeolog, dan Akademisi Ramaikan Festival Lahan Basah Pertama Indonesia, Digelar di PALI
-
Komisi XIII DPR RI Dorong Penguatan Pengawasan Keimigrasian Sumut dan Rencana Kantor Baru
-
Mesin Kapal Aceh Hebat Meledak, 14 Orang Alami Luka Bakar
-
ASC Padel Team Resmi Dibentuk, Datangkan Pelatih Asal Spanyol Hingga Bidik Panggung Dunia
-
Kronologi Haji Bolot Dibawa ke RS, Berawal dari Sesak Dada