SuaraBandung.id - Sangat sulit membaca apa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan. Ratusan nyawa hilang melayang tanpa ada hikmah yang ditinggalkan.
Pemerintah seakan tidak pernah berkaca pada setiap nyawa manusia yang lepas dari dalam dan luar stadion tempat mereka mencari kebanggaan dan kesenangan selama 90 menit.
Satu per satu dari mereka pemegang kebijakan melempar tanggung jawab.
Mereka juga menghitung kerugian lantaran tak akan ada lagi Aremania menemani Arema, setidaknya untuk musim ini.
Kalkulasi sponsor, tiket suporter masih ada di isi kepala mereka para pengusaha di saat satu desa menangis lantaran nyawa warganya direnggut paksa di dalam stadion oleh amarah mereka yang digaji uang rakyat plus dana keamanan dari tiket mereka yang kini tinggal nama dan disedihkan.
Sejatinya andai tahu jika tiket yang mereka beli untuk menggaji aparat pencabut nyawa, rasanya mereka tak akan sudi.
Mereka akan berpikir dua kali untuk masuk stadion. Televisi bisa jadi alternatif untuk menyuarakan kebanggaan pada tim kesayangan.
Semua salah provokator begitu di kepala mereka para aparat. Namun, mereka tak cerdas jika provokator hanya segelintir.
Fakta dari kesaksian suporter dan mereka yang ada di luar stadion mungkin bisa jadi cahaya kebenaran cerita nyata yang sebenarnya di Kanjuruhan.
Baca Juga: Punggawa Persib U-16 Sukses Sumbangkan Gol untuk Kemenangan Telak Timnas U-17 Lawan Guam
Perempuan, lelaki, hingga anak kecil berdesak-desakan di hadapan gerbang keluar Stadion Kanjuruhan.
Dari arah lapangan, polisi terus menembakkan gas air mata. Sementara gerbang terkunci rapat-rapat. Di Pintu 13, nyawa mereka melayang.
Kopi hitam pesanannya belum lagi habis diseruput, ketika Eko Arianto mendengar suara menggelegar dari dalam Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu 1 Oktober 2022.
“Tar… taarr…taaarrr….”
Malam belum begitu larut, tapi untuk ukuran pertandingan sepakbola di Indonesia, pukul sepuluh malam sudahlah hilir.
Di dalam stadion, wasit baru saja meniup peluit mengakhiri laga derby klasik Arema Malang versus Persebaya Surabaya. Tuan rumah kalah dengan skor 3-2.
Berita Terkait
-
Pelatih dan Pemain Persib Bandung Ungkap Doa untuk Korban Insiden Kanjuruhan Malang
-
Presiden FIFA Gianni Infantino Soroti Peristiwa Kanjuruhan: Tragedi di Luar Pemahaman!
-
Aksi 1000 Lilin, Ratusan Bobotoh Ucapkan Belasungkawa untuk Aremania
-
Simpang Siur, Kapolri Pastikan Korban Tragedi Kanjuruhan Malang Berjumlah 125 Jiwa
-
Tragedi Kanjuruhan Malang, Bonek Berharap Adanya Evaluasi dan Pembenahan Semua Pihak
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar