SuaraBandung.id - Pemain bertahan Persib Bandung yang berasal dari Persebaya pada awal musim BRI Liga 1 2022/2023 mengungkapkan kesedihan nya atas tragedi yang terjadi di kabupaten Malang sabtu kemarin.
Insiden yang terjadi seusai Arema FC dikalahkan oleh tim tamunya Persibaya Surabaya di lanjutan pekan ke-11 itu menjadi kabar duka bagi seluruh bagian sepak bola Indonesia, dimana dari hasil verifikasi terakhir terdapat sebanyak 448 korban dengan rincian 323 korban luka dan 125 meninggal dunia.
Rachmat Irianto mengaku sangat terpukul atas terjadinya insiden kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu 1 Oktober 2022.
Peristiwa itu dinilai Rian (sapaan akrab Rachmat Irianto) sebagai cerita terkelam yang pernah terjadi di sepakbola Indonesia.
Bek tengah andalan Luis Milla dan Shin Taeyong di Timnas Indonesia ini berharap kejadian memilukan kemarin adalah kejadian yang terakhir bagi sepak bola Tanah Air, dan seluruh pihak mampu untuk berbenah untuk kebaikan
“Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas insiden yang terjadi di Stadion Kanjuruhan. Dalam kejadian ini, mari jadikan pelajaran untuk kita semua. Semoga ini yang terakhir,” ucap rian, dilansir dari Persib.co.id, Senin (3/10/2022).
Kesedihan yang dialami oleh keluarga korban dan masyarakaat Malang pada umumnya turut dirasakan oleh Rachmat Irianto. Pemain eks Persibaya ini turut mendoakan agar mereka tetap diberikan kekuatan.
“Dan untuk korban semoga amal ibadah diterima Allah SWT. Juga untuk keluarga yang ditinggalkan tetap diberikan ketabahan” ungkapnya.
Tak hanya Rian, Persib Bandung Luis MIlla juga merasa bersedih atas kejadian yang menyebabkan laga Persib vs Persija itu di tunda.
Baca Juga: Hal yang Jangan Dilakukan dalam Mengaji, Ustadz Abdul Somad : Jauh dari Bau Surga
Pelatih asal Negeri Matador tersebut merasa kaget sebab ia tahu kepribadian orang indonesia yang terkenal ramah.
Ia pun menyampaikan duka cita pada seluruh korban peristiwa kericuhan Kanjuruhan dan keluarga yang di tinggalkan.
“Kejadian di Kanjuruhan membuat saya sedih. Bagaimanapun Indonesia punya tempat khusus bagi saya. Saya tidak tahu apa yang terjadi di sana. Tapi, tentunya itu membuat saya sedih,” kata Milla setelah sesi latihan di Stadion Persib, Senin (3/10/2022).
Lanjut ia mengatakan bahwa seluruh pihak, pemerintah, federasi, klub dan suporter harus bekerja sama agar kejadian serupa tak terulang kembali. Seluruh pihak yang terlibat harus memiliki visi yang sama dan dapat menyuarakan bahwa sepak bola merupakan sarana hiburan.
“Tentunya, satu pertandingan memberikan kebahagiaan, kenikmatan kepada siapapun di stadion. Mungkin hanya sebagian kecil yang masih mempunyai pandangan untuk menuntut selalu menang,” ucapnya.
Milla juga menambahkan bahwa disetiap pertandingan ada kalah ada menang, para pendukung harus bisa menerima setiap hasil yang telah diusahakan oleh pemain dengan kerja keras.
Kontributor : Rizki Muhamad Nasrullah
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi