SuaraBandung.id - Salat sunah adalah salat yang dianjurkan oleh nabi dan apabila dikerjakan oleh seseorang maka orang itu mendapatkan pahala.
Fiqih dalam salat sunah lebih luas dibandingkan dengan salat fardhu. Bahkan, fiqih dalam salat sunah dapat disesuaikan dengan keadaan kita.
Ustaz Adi Hidayat pernah mengungkapkan hal itu dalam satu ceramahnya. Ia juga menerangkan perbedaan antara fiqih salat sunah dan fiqih salat fardhu.
Dilansir SuaraBandung.id dari video short dalam kanal YouTube Aydan Rabanni Channel yang diunggah pada 22 September 2022, berikut ulasannya.
Ustaz Adi Hidayat mengatakan bahwa dalam salat fardhu tidak diperbolehkan untuk dilakukan dengan cara duduk apabila orang yang mengerjakannya mampu berdiri.
"Fiqih salat sunah itu lebih luas dibanding salat fardhu. Contoh, salat fardhu bisa berdiri, kalau mampu berdiri nggak boleh duduk. Kalau anda duduk padahal mampu berdiri, maka salatnya batal. Tidak sah, mesti diulang," ungkap Ustaz Adi Hidayat.
Berbeda dengan salat fardhu, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa salat sunah dapat dilakukan dengan cara duduk meskipun orang yang mengerjakannya mampu berdiri.
Apabila salat sunah dikerjakan dengan cara duduk, maka orang yang mengerjakannya akan mendapatkan pahala setengah daripada salat sunah yang dilakukan dengan cara berdiri.
"Tapi salat sunah, walaupun mampu berdiri, anda masih bisa duduk kalau pengen duduk. Cuman pahalanya, setengah," kata Ustaz Adi Hidayat.
Baca Juga: Ungkap Cara Hidup yang Benar dalam Rumah Tangga, Buya Yahya: Terbebas dari Tuntutan
Ustaz Adi Hidayat kemudian memberikan contoh salat sunah yang dikerjakan dengan cara duduk.
"Ya kalau kita salat di Makkah, sekali salat kan seratus ribu kan (pahalanya), masjidil haram? Seratus ribu, jadi kalau pun setengah, salat tarawih misalnya kan, capek, ada bangku kan di belakang, duduk. Masih dapat 50 ribu," ungkap Ustaz Adi Hidayat.
"Tapi kalau di masjid raya bintaro, bener-bener setengah. Makanya fiqihnya disesuaikan disitu, oke?" tambah Ustaz Adi Hidayat.
Berita Terkait
-
Semakin Dekat kepada Allah, Ustaz Adi Hidayat: Mendekatkan Kedudukan Kita
-
Keharusan untuk Berubah Menjadi Lebih Baik, Ustaz Adi Hidayat: Waktu Kita Terbatas
-
Dua Sifat Ini akan Tampak pada Orang yang Diterima Taubatnya, Ini Kata Ustaz Adi Hidayat
-
Tidak Keluar dari Ketentuan Allah, Ustaz Adi Hidayat Ungkap Pahala dan Kenikmatan dalam Pencarian Jodoh
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Badai Pasti Berlalu! 5 Shio Ini Akhiri Masa Sulit dan Banjir Rezeki pada 26 Juni 2026
-
Belajar Bisnis Media di Chongqing, Bantu Branding Daerah lewat Influencer
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km