Suara.com - Akses layanan keuangan kini semakin dekat dengan masyarakat prasejahtera. Melalui sinergi Holding Ultra Mikro (UMi) yang melibatkan BRI, Pegadaian, dan PNM, sebanyak 430 ribu Agen BRILink Mekaar hadir sebagai perpanjangan tangan layanan keuangan hingga ke lingkungan terkecil.
Agen BRILink Mekaar merupakan nasabah PNM Mekaar yang diberdayakan untuk menyediakan berbagai layanan transaksi keuangan berbasis komunitas. Beroperasi dari rumah atau warung, para agen ini melayani kebutuhan masyarakat mulai dari tarik tunai, transfer, pembayaran tagihan, hingga pembelian produk keuangan digital. Kehadiran mereka membuat warga tak perlu lagi menempuh jarak jauh ke kantor bank.
Salah satu kisah inspiratif datang dari Ibu Mukmainah, nasabah PNM Mekaar di wilayah Semarang Timur. Berawal dari kepercayaan tetangga dan keluarga yang membutuhkan bantuan transaksi sederhana, ia perlahan mengambil peran sebagai Agen BRILink Mekaar di lingkungannya.
“Awalnya hanya bantu-bantu tetangga, bayar listrik atau tarik tunai kecil-kecilan,” tuturnya.
Seiring waktu, perannya berkembang setelah mendapat tawaran dari Account Officer PNM. Dengan dukungan perangkat EDC dari BRI, layanan yang disediakan kini semakin lengkap, mulai dari transfer dana, pembayaran tagihan, hingga berbagai transaksi keuangan lainnya.
Keberadaan Agen BRILink Mekaar tak hanya memudahkan akses layanan keuangan bagi masyarakat sekitar, tetapi juga membuka peluang pendapatan tambahan bagi para agen. Setiap transaksi yang dilakukan menjadi sumber penghasilan yang turut memperkuat usaha dan ketahanan ekonomi keluarga.
Kisah Ibu Mukmainah mencerminkan proses naik kelas yang tengah dijalani sekitar 2,5 juta nasabah PNM Mekaar di seluruh Indonesia. Melalui integrasi pembiayaan, pendampingan, dan akses layanan keuangan dalam satu ekosistem, Holding Ultra Mikro mendorong perempuan prasejahtera untuk tumbuh lebih berdaya dan mandiri secara ekonomi.
Ketika ekosistem berjalan secara menyeluruh, manfaatnya tak hanya dirasakan oleh nasabah, tetapi juga oleh masyarakat di sekitarnya. Dari sebuah rumah sederhana di Semarang Timur, langkah kecil yang didukung sistem tepat terbukti mampu menghadirkan perubahan nyata bagi komunitas.***
Baca Juga: Pegadaian Pastikan Likuiditas Emas Aman Lewat Gadai dan Buyback
Berita Terkait
-
Pegadaian Pastikan Likuiditas Emas Aman Lewat Gadai dan Buyback
-
Rakernas PNM 2026 Hadirkan Ruang Berbagi untuk Masyarakat Aceh
-
140 Tahun Mercedes-Benz: Dari Mobil Pertama Dunia Sampai Jejak Awal di Indonesia
-
Klasterku Hidupku BRI Jadi Penggerak UMKM Panaba Banyuwangi
-
BRI Dorong UMKM Batam Lewat MoU Investasi dan Digitalisasi Qlola
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Bos Go Ahead Eagles: Dean James Masih Gunakan Paspor Belanda!
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Jadwal Operasional BRI Pasca Libur Lebaran 2026
-
Harga Minyak Naik, Prabowo Kebut Proyek PLTS buat Gantikan Tenaga Diesel
-
Seluruh Rest Area di Tol Cipali Akan Berlakukan Sistem Buka Tutup
-
Biang Macet Saat Mudik Terungkap! 21 Ribu Kehabisan Saldo E-Toll
-
Jangan Lupa! Besok Pasar Saham RI Kembali Dibuka, IHSG Diproyeksi Anjlok
-
Gegara Selat Hormuz Tutup, Harga BBM di AS Tembus Rp 68.000
-
BRILink Agen Bukukan Transaksi Rp1.746 Triliun: Bukti BRI Percepat Inklusi Keuangan Nasional
-
Aturan Baru Purbaya: Jatim Jadi Provinsi Terbanyak Dapat Jatah Hasil Cukai Tembakau
-
Ekonomi India Mulai Terpukul, Konflik Timur Tengah Bikin Aktivitas Bisnis Melambat
-
7.131 Bus Ditemukan Tak Layak Jalan Saat Mudik Lebaran