SuaraBandung.id - Iman berarti mempercayai ataupun membenarkan satu hal yang dianggap sakral ataupun suci.
Iman yang sebenarnya bukan hanya berdasarkan pemikiran ataupun intelektual, melainkan harus dapat dirasakan, sebagaimana diungkapkan oleh Gus Baha dalam satu ceramahnya.
Dilansir SuaraBandun.id dari video dalam kanal TikTok @ngajimelukyai, berikut ulasannya.
Gus Baha mengatakan bahwa apabila dirinya melakukan dosa, maka yang ia takutkan adalah merasa tidak nyaman dengan Tuhan.
"Kulo wani sumpah (saya berani sumpah), saya itu bayangkan andaikan nyolong (mencuri) utawa (atau) zina, andaikan. Iku sing tak wedeni (itu yang saya takuti), kulo wedi (takut) terus nggak nyaman kumpul pangeran (dengan Tuhan), itu saja" kata Gus Baha.
Gus Baha kemudian menjelaskan bahwa dirinya khawatir tidak bisa merasa asyik dengan Allah.
"Ya Allah, saya ini takut kalau saya maksiat kemudian di hati saya sudah merasa ndak asyik dengan Engkau," jelas Gus Baha.
"Begitu memang, saya ini kalau mau mengeluh atau mau maksiat, yang saya takutkan cuman satu, ya Allah jangan-jangan saya ini udah ndak bisa asyik dengan Engkau," tambah Gus Baha.
Gus Baha lalu menyampaikan bahwa nabi pernah membahas tentang bagaimana iman itu harus dapat dirasakan.
Baca Juga: Mantan Pemain Liverpool Jadi Pengedar Narkoba, Dipenjara Selama 8 Tahun
"Selagi saya masih senang dengan Tuhan, ya itu enak, titik, makanya istilahnya kanjeng nabi, iman itu harus ada rasanya," kata Gus Baha.
Setelah itu, Gus Baha memberikan satu contoh, yaitu iman para santri yang merupakan iman secara intelektual.
"Mungkin kamu iman secara intelektual, kaya (seperti) santri-santri ya iman kabeh (semua) secara intelektual, tapi murni kering, yaitu iman kalau tuhan itu ada, iku jenenge (itu namanya) iman kering," kata Gus Baha.
Gus Baha juga mengatakan bahwa nabi tidak pernah mengajarkan iman sebagai sesuatu yang hadits.
"Pokoknya dia tahu ada tuhan, percaya, alam itu mutaghayyir, mutaghayyir itu sesuatu yang hadits, nabi nggak pernah mengajarkan begitu," kata Gus Baha.
Selanjutnya, Gus Baha mengatakan bahwa munculnya rasa iman itu dimulai dari rasa nyaman dengan tuhan.
"Iman itu harus sampai, harus ada rasanya, lha rasa ini dimulai dari nyaman dengan tuhan," kata Gus Baha.
"Jadi gampangane (sederhananya) ora maksiat (tidak maksiat) iku mergo sungkan pangeran (itu karena sungkan dengan tuhan) bukan karena takut neraka," pungkas Gus Baha.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
'Hanya Saya yang Berani Ngomong!' Cak Imin Sebut PBNU Periode Ini Paling Gagal dan Mundur
-
4 HP Xiaomi yang Terbukti Laris: Kamera Saingi iPhone, Harga Kompetitif
-
Thibaut Courtois Dekati Rekor Setelah Cetak Clean Sheet Kontra Iran di Piala Dunia 2026
-
Buron Sejak 2025, Bos Kresna Life Michael Steven Akhirnya Diringkus di Maroko
-
Arahan Zulhas: Sekolah Elit Tak Perlu MBG, Fokus ke yang Benar-Benar Butuh
-
Akademisi UI Soroti Penangkapan Dokter Tifa, Sebut Ada Sinyal Intimidasi ke Rektor
-
Di Balik Kesuksesan The Glory: Potret Kelam Korban Bullying
-
4 Portable Power Station Terbaik dengan Solar Panel, Cocok untuk Cadangan Daya saat Mati Listrik
-
Apakah Sariayu Cream Foundation Tahan Lama? Ini Klaim dan Review Jujur Pembeli
-
Profil PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI): Emiten Alkes, Pemegang Saham dan Prospek