SuaraBandung.id – Ada yang menarik dalam gambaran peta politik jelang pemilihan Presiden 2024.
Partai NasDem yang sudah memiliki bakal calon persiden (bacapres), dinilai tidak boleh salah membaca kehendak publik.
Seperti diketahui jika NasDem sudah lebih dulu di banding partai lain dalam mengumumkan bacapres.
Bahkan NasDem melangkahi PDIP yang secara kekuatan lebih mampu untuk mengusung bacapres seorang diri.
NasDem belum sepenuhnya bisa memasarkan Anies Baswedan lantaran butuh koalisi untuk bisa dapat tiket pencalonan.
Melihat kalkulasi tersebut, Pengamat Politik Rocky Gerung melihat, Anies Baswedan adalah tipe yang sudah memiliki tiket yang diberikan oleh rakyat.
Sehingga NasDem tidak perlu khawatir, dukungan rakyat akan besar dalam pengusungan Anis Baswedan di Pemilihan Presiden 2024.
Rocky Gerung mengatakan NasDem dan Anies Baswedan saat ini menjadi hal yang terus dapat perhatian publik.
Posisi Anies Baswedan yang saat ini berada di luar lingkar kekuasaan Presiden Joko Widodo (Jokowi), jadi alasan masyarakat untuk mendukungnya sebagai symbol perubahan.
Masyarakat sangat berharap pada Anies Baswedan membawa perubahan yang dirasa di era Jokowi tak mengalami perbaikan.
Namun, Rocky Gerung melihat jika NasDem seperti ‘bermain aman; dan belum total mendukung Anies di 2024.
NasDem dinilai masih ‘bermain aman’ dengan menolak klaim bahwa Anies adalah sosok antitesa Jokowi.
Akan tetapi saat ini, Rocky Gerung melihat NasDem malah menganggap Anies adalah kelanjutan Jokowi.
Dengan kondisi tersebut, Rocky Gerung melihat NasDem ragu-ragu dalam bersikap total terkait dukungan.
Padahal saat ini dukungan rakyat kepada Anies sudah tak terbendung lagi untuk segera berkompetisi.
“Anies premium di tingkat dukungan massa. Dukungan rakyat kepada Anies premium, bahkan VIP,” kata Rocky melalui kanal Youtube Rocky Gerung Official yang juga bersama Hersubeno Arief dari Forum News Network (FNN), dikutip Minggu (23/10/22).
“Tapi karena NasDem yang ragu-ragu untuk mempromosikan Anies sebagai antitesa ya publik merasa ‘ya gua beli premium kok disuruh nonton di luar lapangan’, kira-kira begitu kan,” jelasnya.
Namun Rocky Gerung melihat ada upaya NasDem untuk tetap menggambarkan diri mereka sebagai pendukung Jokowi.
Kondisi tersebut dinilainya sangat bisa dipahami, mengingat mereka hingga saat ini masih ada di lingkaran.
Apalagi saat ini, jika partai-partai pendukung pemerintah melontarkan narasi secara lugas bahwa mereka sudah tidak lagi ambil bagian di pemerintahan.
“Ya tentu saja nggak ada partai yang nggak mendukung Pak Jokowi, mau kena surat perintah penyidikan (Sprindik)?” ucap Rocky.
Dalam kacamata lain, Rocky Gerung juga melihat pendukung khususnya relawan Anies Baswedan sudah berupaya semaksimal mungkin memposisikan diri berada di belakang NasDem sekaligus mendukung mereka.
Namun ketika relawan Anies Baswedan melihat NasDem masih bermain di dua kaki, justru akan membuat bingung.
Dengan kondisi tersebut, Rocky Gerung melihat akan berdampak pada NasDem.
Lantaran hal itu kata dia tidak baik bagi para relawan Anies yang mulai masif melakukan sosialisasi untuk bisa mengantarkan Anies ke kursi RI 1.
“NasDem nggak menghitung suara di bawah tiba-tiba menganggap bahwa Anies itu akan melanjutkan kepemimpinan Jokowi,” kata Rocky gerung.
“Nggak begitu, Anies justru dianggap harus membatalkan desain ekonomi politik Jokowi, jadi NasDem salah baca,” jelas Rocky Gerung.
Kemudian Rocky Gerung mengeluarkan istilah yang lebih tepat yang udah dikeluarkan Anies Baswedn, yakni Continuity and Change meski itu juga ada risiko tersendiri.
“Itu bahayanya kalau hitungan awal nggak memperhatikan dimensi batin masyarakat Indonesia,” kata dia.
“Semua pendukung Anies menginginkan Anies membatalkan proyek-proyek Jokowi tapi Anies akan bilang Continuity and Change ya nanti bilang masih bisa nego ya boleh lah, tetapi kalau begitu orang anggap Anies juga zigzag itu bahayanya,” lanjut Rocky Gerung.
Rocky Gerung lantas mengingatkan NasDem agar mampu membaca kehendak rakyat, buka malah masih mempertahankan kehendak partai.
“Kita Cuma ingatkan NasDem aja, saya juga punya banyak teman di NasDem supaya pakai kalkulasi yang betul-betul paham tentang kehendak rakyat, bukan kehendak partai,” tambah Rocky. (*)
Artikel ini sudah tanyang di wartawaekonomi.co.id berjudul Surya Paloh Mohon Simak Baik-baik! Masih Main Aman dalam Mendukung Anies Baswedan, Pesan Rocky Gerung Nggak Main-main: NasDem Salah Baca!
Berita Terkait
-
Pasca Angka Penderita Gagal Ginjal Akut Misterius di Indonesia Meningkat, Jokowi Intruksikan Perketat Pengawasan Obat
-
Jokowi Minta Pengawasan Obat Diperketat terkait Kasus Ginjal Akut, Berikut Ciri-Ciri Gagal Ginjal Akut Misterius pada Anak
-
Tanpa Ampun, Ganjar Pranowo akan Dijatuhi Sanksi Jika Benar-Benar Nyatakan Diri Siap Nyapres 2024
-
Pemerintah dan FIFA Bekerja Sama untuk Transformasi Sepak Bola Indonesia
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026