/
Jum'at, 04 November 2022 | 12:58 WIB
Potret Tulisan Merek Pakaian Lokal Erigo Store (Instagram/@erigostore)

SuaraBandung.id - Diduga telah terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan oleh merek baju lokal ternama Indonesia yaitu Erigo Store.

Merek Pakaian terkenal yang menggunakan brand ambassador seperti Raffi Ahmad, Raline Shah,  dan Angga Yunanda ini menghebohkan jagat maya dengan melakukan PHK massal.

Padalah, diketahui jika merek Erigo Store baru - baru ini mengadakan pagelaran pakaian di New York, Amerika Serikat dengan membawa para brand ambassadornya. 

Hal ini bermula dengan adanya dugaan yang dilakukan oleh para karwayan Erigo. Para karyawan Erigo ini mencurahkan permasalahan yang terjadi pada mereka di laman media sosial Twitter.

Pada tulisannya, diketahui bahwa lebih dari tiga puluh orang karyawan Erigo dipaksa mengundurkan diri atau harus ganti rugi berupa uang.

Salah satu akun bernama Larasati Pusparasa, ia menjelaskan kronologi kenapa bisa merek ternama seperti Erigo, melakukan PHK massal. Mengingat merek ini baru saja melakukan catwalk yang dihadiri oleh beberapa artis seperti Raffi Ahmad di New York, Amerika Serikat.

Dalam thread - nya, Larasati mengaku jika telah terjadi minus dalam pemeriksaan Stock Opname. Stock Opname sendiri adalah kegiatan perhitungan jumlah stok persediaan barang dagang secara fisik dan menyesuaikannya dengan catatan akuntansi dalam bisnis.

“Hasilnya juag membuat kita Tim Operational Store kaget karena terdapat banyak minus….,” tulis Larasati.

Meski begitu, pihak dari Erigo tampaknya kurang menerima, sehingga melakukan perhitungan Stock Opname kembali. Dan singkatnya Larasati dengan karyawan lainnya diminta keterangan mengenai minus pada Stock Opname tersebut.

Baca Juga: Tahu Anak Bungsu Putri Candrawathi Bukan Anak Kandung, Kak Seto Kena Prank, Netizen: Kapok

“Pada saat itu diskusi terjadi sangat a lot dan tidak menemukan solusi. Akhirnya PIC kami dipanggil satu - satu perstore,” tulis Larasati 

Berkali - kali menjelaskan hal yang sama, akhirnya pihak Erigo mengeluarkan sebuah surat yang berisikan nominal uang yang harus dibayar oleh Larasati dan kawan - kawan.

Nominal tersebut tidaklah sedikit, mulai dari 30 juta Rupiah hingga 100 juta Rupiah per masing - masing karyawan tersebut.

Tidak hanya itu, pihak Erigo juga menawarkan sebuah pengunduran diri, jika mereka merasa tidak mampu membayar uang tersebut.

Karena merasa tidak mampu dan terus ditekan oleh pihak Erigo, akhirnya Larasati dan lainnya memilih untuk mengakhiri kontrak kerja mereka, walaupun mereka merasa tidak melakukan kesalahan apapun.

“Di kasih 2 opsi ganti rugi langsung tanpa bisa dicicil atau mengundurkan diri. Akhirnya semuapun membuat pernyataan mengundurkan diri dikarenakan tekanan dan rasa lelah yang kami rasakan hari itu,” tulis Larasati.

Load More