News / Nasional
Selasa, 28 April 2026 | 15:07 WIB
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Hatimurti Yudhoyono (AHY). (Suara.com/Lilis)
Baca 10 detik
  • Menko Infrastruktur AHY meninjau proses evakuasi pasca kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur hari Selasa.
  • Insiden tersebut mengakibatkan 15 orang meninggal dunia dan 88 korban lainnya saat ini sedang menjalani perawatan medis.
  • Tim gabungan telah menyelesaikan evakuasi seluruh penumpang dan lokomotif, namun bangkai gerbong KRL masih berada di lokasi.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Hatimurti Yudhoyono (AHY) datang ke Stasiun Bekasi Timur untuk meninjau proses evakuasi terhadap bangkai gerbong KRL commuter line yang tertabrak KA Argo Bromo Anggrek pada Senin (27/4) malam.

AHY tiba sekitar pukul 14.00 WIB dan langsung meninjau lokasi kejadian kecelakaan di jalur 1 Stasiun Bekasi Timur.

Usai meninjau evakuasi, AHY menyampaikan adanya tambahan korban meninggal dan luka-luka akibat insiden tersebut.

"Update sampai dengan jam 1 siang tadi ada 15 orang yang meninggal dunia dan 88 orang yang masih dirawat. Termasuk ada 3 yang tadinya terjepit bisa kita evakuasi dan masih dalam perawatan di rumah sakit," kata AHY saat konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).

Ia menekankan bahwa para korban yang luka-luka harus mendapatkan perawatan medis yang optimal agar segera pulih. Dalam tahapan proses evakuasi, AHY menegaskan bahwa keselamatan para korban menjadi tujuan utamanya.

Petugas SAR gabungan mengevakuasi korban kecelakaan KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2026). [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto]

"Agar bisa menyelamatkan saudara-saudara kita yang masih dirawat saat ini. Jadi tahapan pertama itu evakuasi para penumpang," ucapnya.

Sebelumnya, proses evakuasi korban yang masih terjebak di rangkaian kereta itu telah selesai sejak pukul 8 pagi. Kemudian setelahnya, Basarnas bersama tim SAR gabungan mulai mengeluarkan lokomotif KA Argo Bromo Anggrek dari gerbong KRL.

Sekitar pukul 9 pagi, seluruh lokomotif KA Argo Bromo Anggrek selesai dievakuasi.

Sementara itu, pantauan di lapangan hingga pukul 14.45 WIB, bangkai gerbong KRL masih berada di lokasi kecelakaan.

Baca Juga: Aksi Sopir Taksi Hijau Merokok Usai Insiden Kecelakaan Kereta di Bekasi Picu Kemarahan Netizen

Load More