SuaraBandung.id – Dedi Mulyadi kembali didapati sedang merenung bahkan sampai meneteskan air mata.
Mantan Bupati Purwakarta dua periode itu, saat ini tengah disibukkan dengan penyaluran bantuan terhadap korban bencana gempa bumi di Cianjur.
Dedi Mulyadi bahkan sampai mengundang dua korban yang ditinggal istri dan anaknya saat gempa di Cianjur ke rumahnya.
Ditengah kesibukannya dengan korban bencana gempa, Dedi Mulyadi harus menghadiri undangan ke Pesantren Al Jauhari dari K.H. Jujun Junaedi.
Saat di perjalanan pulang, Dedi Mulyadi kedapatan merenung dan meneteskan air mata.
Namun, ternyata hal itu bukan karena merenungi nasibnya yang kini tengah digugat cerai oleh Anne Ratna Mustika.
“Ya kalo ada sedikit-sedikit air mata, saya bukan sedih tentang hal yang saya alami secara pribadi,” ungkap Dedi Mulyadi, dikutip dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Minggu (27/11/2022).
Ternyata, Dedi mulyadi sedang merenungi betapa indahnya alam Ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
“Saya lagi merenungi betapa indahnya alam ini, kalo Negara, aparatnya melakukan perawatan, melakukan penataan ruang yang baik, melindungi kawasan-kawasan yang hijau, negara ini akan menjadi Negara yang makmur,” ungkpanya.
Baca Juga: Lolos ke 16 Besar, Timnas Prancis Akhiri Kutukan Juara Bertahan di Piala Dunia
Dedi mulyadi pun menyempatkan untuk mengucapkan rasa tersimakasihnya kepada warga Garut yang telah menyambutnya dengan hangat.
“Saya juga mau ngucapin terimakasih, ga yangka warga Garut luar biasa sambutannya penuh cinta penuh rasa, terima kasih banyak,” ucap Dedi Mulyadi.
Seperti diketahui, Dedi Mulyadi digugat cerai Anne Ratna Mustika pada September lalu, di Pengadilan Agama Purwakarta.
Anne Ratna Mustika mengungkapkan alasannya menggugat cerai Dedi Mulyadi dikarenakan adanya hak-hak istri sesuai syariat dan undang-undang yang dilanggar Dedi Mulyadi.
Bahkan, Bupati Purwakarta tersebut menyebutkan bahwa dirinya menerima KDRT psikologis dari Dedi Mulyadi.
Lebih mengejutkan, Anne Ratna Mustika mengaku tidak mendapatkan nafkah lahir dan bathin.
Berita Terkait
-
Anne Ratna Mustika Makin Berani Beri Sindiran Bupati Sebelumnya Soal Utang 28 Miliar: Jangan Pencitraan Terus
-
Berbincang dengan Ibu-ibu, Dedi Mulyadi Sebut Suami akan Bertingkah Bila Memiliki Banyak Uang
-
Dedi Muyadi Asyik Sendirian di Malam Minggu, Anne Ratna Mustika Ketahuan Lakukan Ini Saat Pisah Dari KDM
-
Didoakan Segera Mendapat Istri Baru, Dedi Mulyadi: Kasihan dengan Nyi Hyang
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kronologi Warga OKU Diserang Beruang saat Sadap Karet, Sempat Duel hingga Luka Parah
-
Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026
-
Malaysia Bungkam Timnas Indonesia U-17, Shukor Adan Puji Kedewasaan Lini Belakang
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
6 Penumpang Helikopter PK-CFX Ditemukan Tewas di Hutan Sekadau
-
Kejati Banten Geledah Kantor BUMD PT ABM, Koper Berisi Dokumen Penting Disita
-
Revolusi Pertanian dari Desa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Sabet KWP Awards 2026
-
5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB
-
Lebih dari 10 Pelaku Diburu! Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kades Lumajang Diserang
-
Kredibilitas Jadi Kunci, Ini Alasan Memilih Pengembang Properti Tak Bisa Sembarangan