News / Nasional
Selasa, 02 Juni 2026 | 07:52 WIB
Suasana terkini di lokasi kebakaran kampung pasar di Jalan Haji Ung, kawasan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026) dinihari. [ANTARA/Abdu Faisal]
Baca 10 detik
  • Kebakaran melanda 250 rumah di kawasan padat penduduk Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin malam, 1 Juni 2026.
  • Sebanyak 620 jiwa dari 330 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal dan kini mengungsi di Lapangan Yusuf Hamka.
  • BPBD DKI Jakarta menetapkan tujuh hari masa tanggap darurat serta menyediakan logistik dan fasilitas dapur umum bagi penyintas.

Suara.com - Kebakaran besar melumat 250 rumah di kawasan padat permukiman Jalan Kemayoran Gempol RW 04 dan 05, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (1/6/2026) malam.

Api pertama kali melahap permukiman warga pada pukul 20.55 WIB, memaksa ratusan keluarga berhamburan meninggalkan hunian mereka di tengah malam.

Petugas mulai bergerak menangani kebakaran pada pukul 21.00 WIB, namun kobaran api baru berhasil didinginkan setelah lebih dari dua jam.

“Api mulai dapat didinginkan pada pukul 23.30 WIB dan penanganan dinyatakan selesai pada pukul 04.15 WIB,” bunyi laporan penanganan BPBD DKI Jakarta, Selasa (2/6/2026) pagi.

Berdasar data, sebanyak 330 kepala keluarga atau 620 jiwa kini kehilangan tempat berteduh dan terpaksa mengungsi di Lapangan Yusuf Hamka, Jalan Benyamin Sueb RW 4, yang masih berada di wilayah Kelurahan Kebon Kosong.

“Total warga terdampak mencapai 620 jiwa dari 330 KK yang tersebar di 250 rumah di kawasan RW 04 dan RW 05,” lanjut laporan tersebut.

Petugas mendirikan tenda bantuan kedaruratan bencana kebakaran di wilayah Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026) dinihari. [ANTARA/Abdu Faisal]

BPBD DKI Jakarta bergerak cepat mendirikan tiga tenda pengungsian bagi para penyintas serta dua tenda posko lapangan, sekaligus mendistribusikan logistik darurat kepada warga yang kehilangan tempat tinggal.

Sedikitnya 160 lembar matras, 500 lembar selimut, dan 10 lembar terpal sudah disiapkan untuk para penyintas kebakaran.

Dapur umum pun beroperasi sejak hari pertama dengan dukungan lintas lembaga, mencakup Polres Jakarta Pusat, Dompet Dhuafa, Bazis DKI, Baznas RI, dan MDMC.

Baca Juga: Warga Teriak Minta Tolong! 9 Nyawa Lolos dari Maut saat Rumah Dinas TPU Kebon Nanas Terbakar

Sebanyak 600 kotak untuk sarapan, 1.000 kotak makan siang oleh Dinsos, serta 1.000 kotak makan malam oleh PMI tersedia di sana.

Posko kesehatan turut didirikan di lokasi pengungsian guna memantau kondisi para penyintas, meski pendataan rinci menurut kelompok usia dan jenis kelamin masih terus dilengkapi oleh petugas di lapangan.

“Masa tanggap darurat ditetapkan selama tujuh hari, termasuk operasional tenda posko lapangan untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar penyintas terpenuhi,” tutup laporan resmi BPBD DKI Jakarta.

Load More