Sang kapten Argentina langsung mengeksekusi bola dengan tendangan mendatar melewati sejumlah pemain bertahan Australia, yang ternyata juga gagal diamankan kiper Mathew Ryan.
Gol yang terjadi di pertandingan itu merupakan gol pertama Messi di fase gugur Piala Dunia untuk Argentina.
Masih sangat bernafsu, Messi kemudian bermain lebih berani dan terbuka hingga mendapat ruang dan kesempatan lagi untuk menembak dari luar kotak penalti.
Bola rebound umpan silang dari Molina langsung jadi target Messi, meski eksekusi kurang sempurna dari sang kapten lantaran bola tendangan Messi masih dapat diamankan oleh Ryan pada menit ke-51.
Kemudian pada enam menit berselang sejak melakukan penyelamatan dari tendangan Messi, Ryan melakukan blunder.
Backpass yang tanggung dari Kye Rowles membuat sang kiper berada dalam tekanan untuk mengamankan area gawang.
Hal itu membuka jalan bagi Julian Alvarez untuk mencuri bola dan memasukkannya ke gawang yang kosong.
Australia pun harus kembali kebobolan dan tertinggal dua gol.
Kemudian Australia tak memiliki pilihan lain untuk menyelamatkan nasibnya di Piala Dunia selain menyerang total.
Baca Juga: Duel Klasik Belanda Vs Argentina Di Perempatfinal Piala Dunia 2022: Menanti Balas Dendam De Oranje
Untuk menambah tajam serangan, Pelatih Graham Arnold memasukkan Craig Goodwind menggantikan Riley McGree.
Dengan masuknya Craig diharapkan membawa perubahan terhadap lini depan yang tumpul.
Didukung oleh Ajdin Hrustic yang menggantikan Keanu Baccus di posisi gelandang, Australia berhasil membuat tekanan berarti bagi Argentina.
Saat serangan gencar dilakukan, lini pertahanan Argentina benar-benar keteran.
Peluang terbaik yang sudah sangat dinantikan Australia datang pada menit ke-77.
Tendangan voli Craig Goodwin dari jarak jauh mengenai muka Enzo Fernandez yang membuat bola terdefleksi dan kiper Martinez tertegun melihat arah bola yang berubah masuk ke gawangnya.
Melihat gol itu terjadi, Scaloni di pinggir lapangan dibuat tak tenang.
Timnya ternyata bisa kebobolan oleh permainan menyerang Australia yang lebih hidup.
Kemudian bek Aziz Behich, memanfaatkan umpan satu-dua.
Bahkan dia mampu tampil solo melewati para pemain Argentina hingga ke depan gawang sebelum tembakannya diblok oleh Lisandro Martinez.
Membalas gol itu, Argentina mendapat peluang emas dua menit jelang injury time.
Messi mengumpan ke Lautaro Martinez yang berdiri tak terkawal di sisi kiri kotak, namun tendangan sang striker melenceng jauh ke atas gawang.
Argentina tak mengendurkan serangan pada tambahan waktu tujuh menit yang diberikan oleh wasit Szymon Marciniak.
Martinez mendapat peluang serupa dari posisi yang sama, namun tendangannya masih dapat diblok kiper Australia, dan tembakan Messi dari sisi kanan melenceng tipis dari pojok atas gawang.
The Socceroos mengerahkan seluruh tenaganya dan nyaris menyamakan kedudukan di menit terakhir ketika Garang Kuol mendapati dirinya tak terjaga di depan gawang, yang memaksa kiper Martinez meninggalkan posisinya untuk mengamankan bola dan menyelamatkan kemenangan Argentina.
Para pemain Australia tertegun di lapangan mengetahui perjuangan mereka berakhir dan Argentina memesan tempat di perempatfinal di mana mereka akan bertemu Belanda, yang menang 3-1 atas Amerika Serikat, pada Jumat waktu setempat pekan depan. (*antaranews)
Berita Terkait
-
Duel Klasik Belanda Vs Argentina Di Perempatfinal Piala Dunia 2022: Menanti Balas Dendam De Oranje
-
Tarian Messi Di Laga Ke-1.000 Bawa Argentina Ke Perempatfinal Piala Dunia 2022, La Pulga Jadi MOTM
-
Hajar Australia 2-1, Messi Cs Tantang Belanda di Perempat Final
-
Hasil Argentina Vs Australia: Menang 2-1, Lionel Messi Cs Tantang Belanda Di Perempatfinal Piala Dunia 2022
-
Bungkam Amerika, Belanda Melaju ke Perempat Final
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Bunga Kredit PNM Mekaar Turun Jadi 8 Persen, OJK Mendadak Beri Peringatan
-
Dugaan Pelecehan Seksual Pimpinan Bank, Netizen Serbu Akun Direktur Utama BSI
-
Alfeandra Dewangga Resmi Tinggalkan Persib, Ungkap Alasan Berat di Balik Keputusannya
-
Evaluasi MBG, Luhut Soroti Pelaksanaan Serentak
-
Harry Kane Ungkap Masalah Utama Inggris Usai Ditahan Ghana di Piala Dunia 2026
-
Jelang 500 Tahun Jakarta, DPRD Minta Aspirasi Warga Jadi Prioritas Pembangunan
-
Hutan yang Menelan Rahasia dalam Buku Dosa di Hutan Terlarang
-
Bawa Puluhan Bukti! Koalisi Gugat Perjanjian Dagang RI-AS yang Dinilai Tabrak Konstitusi
-
Hotman Paris Pakai Tongkat ke Singapura, Bawa Amanah Rp500 Juta dari Bos Mayapada untuk Yuvita
-
Purbaya Respons Isu Tarik Dana SAL Milik Pemerintah dari Perbankan