SuaraBandung.id – Belakang ini ramai soal kabar penyerangan bus yang dialami klub Liga 1, yaitu Arema FC dan Persis Solo. Melihat dua insiden penyerangan yang kembali terjadi, Direktur PT Persib Bandung Bermartabat, Teddy Tjahjono memberi tanggapannya.
Melansir dari laman resmi Persib, Teddy mengungkapkan, harus ada langkah serius yang dilakukan manajemen klub Liga 1 kepada suporter untuk tidak melakukan kekerasan atau bersikap anarki.
Teddy menyayangkan soal penyerangan oleh para oknum terhadap klub yang sedang bertandang untuk menjalani pertandingan Liga 1 itu.
“Hal tersebut telah mencederai semangat sportivitas,” kata Teddy dalam informasi yang tertera.
Lebih lanjut, Teddy mengatakan, suporter dan klub menjadi bagian penting dalam sebuah pertandingan dan kompetisi. Untuk itu, kedua elemen ini harus terus menjaga suasana kondusif untuk keberlangsungan sepak bola Indonesia.
Hal ini tentunya agar terciptanya iklim suporter yang kondusif dan membantu sepak bola Indonesia bisa terus bertumbuh dan berjalan.
Teddy yakin, segala bentuk tindakan kekerasan, vandalisme, dan hal-hal negatif dalam sepak bola bisa diminimalkan, bahkan ditiadakan untuk menjunjung nilai sportivitas.
Diketahui sebelumnya, terjadi insiden penyerangan terhadap bus Arema FC yang dilakukan oleh oknum tidak dikenal, usai pertandingan melawan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman, dalam lanjutan Liga 1, Kamis (26/1/2023).
Akibat kejadian tersebut, bus Arema FC mengalami kerusakan pada bagian kaca dan beberapa pemain terluka.
Baca Juga: Hadiri Perayaan Imlek Nasional, Jokowi Gebuk Rebana Biang Bareng Megawati
Insiden yang sama dialami Persis Solo. Baru-baru ini bus yang ditumpangi pemain Persis Solo diserang setelah melakoni laga menghadapi Persita Tangerang di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Sabtu (28/1/2023). (*)
Tag
Berita Terkait
-
Hasil Persija Jakarta vs Persikabo 1973: Menang 1-0, Macan Kemayoran ke Puncak Klasemen
-
Lengkap! Rangkuman Kericuhan di Depan Arema FC Official Store
-
Kericuhan di Kantor Arema FC, Tiga Orang Alami Luka-luka, Begini Kondisinya
-
947 Personel Amankan Laga Madura United Vs Persebaya
-
Buntut Insiden Perusakan Kantor Arema FC, Polisi Amankan Sejumlah Orang
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih