SuaraBandung.id - Tak banyak orang ketahui, cara duduk yang biasa dilakukan Rasulullah bahkan menjadi hal yang ditertawakan jemaah, ketika dipraktekkan langsung oleh Buya Yahya dengan melibatkan sorban yang ia digunakan.
Buya Yahya menirukan cara duduk Rasulullah SAW sebagai sebuah role model atau teladan bagi para jamaah, untuk mengetahui bagaimana kebiasaan dari Nabi terakhir yang diutus Allah ke muka bumi.
Ihtiba', demikian nama posisi duduk yang contohkan oleh Rasulullah ketika beliau sedang beristirahat dari perjalanan panjang, yang dilakukan di daratan tandus yakni padang pasir.
Duduk dengan posisi ihtiba' itu dengan cara mendekatkan kedua paha pada bagian depan perut, kemudian kedua betis didekatkan pada paha yang sebelumnya, lalu diikat dengan sorban atau tali sebagai sandaran dan menguatkan posisi duduk.
Kadangkala Rasulullah SAW tidak menggunakan sorban atau tali melainkan dengan membiarkan kedua tangannya lah untuk bisa memeluk kedua lututnya.
"Nabi juga sering ihtiba' dengan sorbannya, ihtiba' itu begini, kata orang Arab ihtiba' itu adalah tembok sandarannya orang arab,"
"Jadi kan kalau ga ada (sandaran seperti tembok atau batang kayu) kan duduknya di padang pasir, jadi duduknya begini," kata Buya Yahya sambil mempraktekannya. Diunggah pada video YouTube (9/6/2020) dan dikutip ulang pada hari Jumat (24/2/2023).
Kemudian para jamaah tertawa ketika mendengar perkataan Buya Yahya yang menyatakan bahwa saking enaknya seseorang duduk dengan cara ihtiba' bisa saja menyebabkan orang tersebut ketiduran.
Kemudian apabila dilihat dari segi aman atau tidaknya duduk dengan cara Rasulullah tersebut, Buya Yahya mengungkapkan bahwa itu aman dilakukan bahkan akan memberi kenyamanan pada pelaku nya.
Baca Juga: Seger Abis, NCT Dream Tampil Fresh untuk Koleksi Musim Panas Penshoppe
Setelah Rasulullah SAW wafat, umatnya hanya bisa mengetahui kehidupan kekasih Allah itu dari berbagai sumber yang terpercaya seperti melalui Al-Qur'an, Hadits, kisah yang diceritakan turun temurun oleh ulama dan dibukukan menjadi sebuah literatur yang telah memenuhi kualifikasi tertentu.
Sebab segala hal yang berkenaan dengan Nabi Muhammad SAW sifatnya menjadi perlu dijaga orisinalitasnya. Tidak boleh dicampur baurkan dengan hal lain yang akan mengaburkan ketetapan hukum yang melekat pada setiap perbuatan dan perkataan beliau. (*Rahmah Afifah)
Sumber: YouTube Al-Bahjah TV dengan judul 'Buya Yahya Mempraktekan Bagaimana Cara Duduknya Rasulullah SAW
Berita Terkait
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Perbandingan Skin Tint Somethinc vs Rose All Day, Mana yang Lebih Tahan Minyak?
-
My Lovely Journey: Pengingat untuk yang Merasa Hidup Jalan di Tempat
-
5 Rekomendasi Eyeliner Pensil Serut yang Waterproof, Pigmented dan Tahan Lama
-
Pindah ke Gresini, Joan Mir Akui Nyontek Marc Marquez
-
Api Sore Hari
-
Darurat Karhutla Kalimantan, Jepang Kirim 600 Pasukan Khusus dan Kapal Amfibi
-
Resmi! Daftar Pemain Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Asia U-20 2027
-
Lodewyk Pusung Ajukan Praperadilan Ketiga, Kejagung Ingatkan Batasan KUHAP Baru
-
Mengenal Inovasi Sistem Hybrid Terbaru pada Mitsubishi New Xforce HEV
-
Ulasan Buku Senjata Kaum Lemah: Ketika Melawan Tak Harus Berteriak