SuaraBandung.id – Viral penganiayaan yang dilakukan oleh anak pejabat, Mario Dandy kepada seorang remaja 17 tahun bernama David.
Kejadian pemukulan oleh anak pejabat ini, mengakibatkan korban bernama David koma hingga berhari-hari.
Netizen beramai-ramai menghakimi si anak pejabat dengan melontarkan berbagai sumpah serapah.
Beberapa di antaranya juga meminta Youtuber top Indonesa, Deddy Corbuzier untuk mengomentari kejadian tersebut.
Sekitar satu jam yang lalu, Channel YouTube Deddy Corbuzier mengunggah video tanggapan kejadian penganiayaan oleh anak pejabat itu.
Deddy Corbuzier membuka video tanggapan tersebut dengan menyumpahi si anak pejabat, Dandy.
Deddy tidak hanya men-judge Dandy sebagai orang pengecut, ia juga menyoroti cara orang tuanya dalam mendidik anak-anak mereka.
Deddy membandingkan si anak kaya Dandy dengan Azka, anaknya sendiri yang notabene juga memiliki banyak barang mewah.
“Jangankan posting, dipakai saja tidak pernah, itu Rubicon dipakai juga engga sama dia. Dia kalau kemana-mana lebih baik diantar dengan mobil biasa,” ujar Deddy.
Baca Juga: Viral Rombongan Bule Nyalakan Smoke Bomb di Kawah Ijen
Dibandingkan dengan Dandy yang juga merupakan anak orang kaya, keduanya jelas berbeda dalam urusan materialis.
Dandy yang semua orang tahu hobi pamer kekayaan, disemprot Deddy bahwa harta itu bukan milikinya sama sekali.
Dengan pemaparan tersebut, mantan mentalist itu menjelaskan bahwa kesalahan bukan berasal dari latar belakang kekayaan seseorang.
Namun yang menjadi permasalahan dasarnya adalah pendidikan orang tua yang tidak mengajarkan anak untuk tetap rendah hati.
Menurutnya, anak orang kaya itu tidak mudah terlena dalam kesombongan, karena logikanya mereka lahir dengan kondisi serba ada.
Anak-anak orang kaya akan selalu bisa mendapatkan apa yang diinginkan, barang mewah, pendidikan bergengsi, dan seterusnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026