SuaraBandung.id - Profesor Rizal Ramli melihat kasus ini, yang menyeret pada tuntutan kepada oknum-oknum pajak atau keuangan sebagai people power (kekuatan rakyat) lewat sosial media.
Menurutnya terkait kasus Rafael, bukan berarti semua orang pajak itu hedon dan limpah ruah hartanya.
“Di pajak nggak semua saya setuju, banyak yang bener, yang amanah, ya beberapa g tetep ada yang brengsek, kekayaannya luar biasa besarnya di luar kewajaran dan terjadi dagang dengan wajib pajak, “ ujarnya sebagaimana dikutip dari YouTube ILC pada (02/03/2022).
Persekongkolan dagang wajib pajak itu, Rizal Ramli memberikan contoh seperti ini,
200 miliar dibagi-bagi, direktur dapat berapa, ini dapat berapa, wakilnya apa-apa, contohnya pula Gayus Tambunan.
“Kasus dagang dengan wajib pajak ini nggak ada tuh tindakannya, cuma sekedar exercise VR aja, tidak ada terobosan untuk memperbaiki sistem dan sebagainya, “ bebernya.
Dengan sangat kesal, ia mengungkapkan bahwa pegawai pajak itu bisa tahu sumber kekayaan kita semua dan tidak pernah mencari tahu sumber kekayaannya sendiri.
“Dia lakukan itu hanya buat rakyat wajib pajak, buat dia sendiri dia nggak pernah lakukan analisa,“ katanya.
“Menurut saya, perlu adanya shock therapy, perbaiki aparat pajak, dan benahi sistemnya,” pungkasnya. (Miya)
sumber: YouTube/ILC
Baca Juga: Profil Nicke Widyawati, Dirut Pertamina yang Diguncang Kebakaran Depo Plumpang
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan