/
Selasa, 07 Maret 2023 | 12:30 WIB
Kolase ilustrasi pengamanan pintu masuk di Gedung DPR dan salah satu pengunjung gedung DPR. Ekspresi seorang pengunjung Gedung DPR usai diperiksa Pamdal. (suara.com/Novia)

SuaraBandung.id - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) adalah lembaga legislatif yang menjadi wadah untuk wakil rakyat dalam memutuskan kebijakan negara.

Namun, seperti lembaga publik lainnya, DPR juga sering mendapat kritik dari masyarakat.

Umunya, kritik dari masyarakat terhadap anggota DPR dan lembaganya tidak jauh dari persoalan kinerja buruk anggota DPR. Seperti kurang representatif dan aspiratif, kurang transparan, kasus korupsi dan tidak responsif terhadap permasalahan yang terjadi.

Namun, berbeda dengan kejadiain yang satu ini.

Dalam video yang diunggah oleh akun twitter @Heraloebss (6/3/2023), dengan caption:

“Berkunjung ke Penjara jauh lebih nyaman ketimbang berkunjung ke Rumah rakyat (Gedung DPR).”

Memperlihatkan salah seorang yang baru saja melewati pintu pemeriksaan Petugas Pengamanan Dalam (Pamdal) untuk memasuki kawasan Gedung DPR RI.

Pria itu merasa dipersulit oleh prosedur pengamanannya.

Padahal menurutnya, gedung DPR ini merupakan rumah (aspirasi) rakyat. Namun bagaimana bisa, rakyat menyampaikan aspirasinya kalau untuk proses masuknya saja sudah sangat sulit.

Baca Juga: 5 Alasan Orang Cerdas Cenderung Sulit Menemukan Pasangan, Standarnya Tinggi!

“Ini kan (gedung) DPR RI, rumah rakyat, pembawa aspirasi rakyat. Bagaimana rakyat bisa menyampaikan aspirasinya, kalau dipersulit begini? Melebihi daripada penjara, cara masuknya susah banget,” ucap pria dalam video tersebut.

Pria itu pun mempertanyakan, “Bagaimana mau menyampaikan aspirasi? Apa yang mau dilakukan (DPR) kalau tidak ada aspirasi?.'

'Waktu jd Caleg keluar masuk gang kek gembel ngemis suara, setelah jadi Caleg membangun Benteng Tinggi dan membatasi Rakyat,” tulis @Heraloebss dalam caption unggahan tersebut.

Sebenernya, ia setuju jika diterapkan sistem keamanan untuk memasuki kawasan DPR. Namun ia merasa keberatan dengan prosedurnya yang sulit dan rumit.

“Keamanan tetap keamanan, tapi jangan berlebihan. Sudah tiga tahap ini pintunya, berlapis-lapis. Mau diganti ini DPR, ya kan? Jadi, Dewan Penjara Rakyat,” pungkasnya. (*/Alina)

Sumber: Unggahan Akun Twitter @Heraloebss 

Load More