- Presiden Donald Trump menyatakan Amerika Serikat dan Iran segera menandatangani kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik diplomatik berkepanjangan.
- Kesepakatan tersebut memastikan penghentian program senjata nuklir Iran serta menjamin pembukaan kembali jalur perdagangan minyak Selat Hormuz.
- Penandatanganan secara elektronik dijadwalkan berlangsung pada Minggu sebagai upaya meredakan ketegangan geopolitik dan stabilitas pasokan energi dunia.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim kesepakatan untuk mengakhiri konflik dengan Iran akan segera ditandatangani, sebuah langkah yang berpotensi menjadi terobosan diplomatik paling signifikan dalam hubungan Washington-Teheran dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam pernyataan melalui platform Truth Social pada Sabtu, Trump mengatakan penandatanganan kesepakatan dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat. Ia juga menyebut Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi perdagangan minyak dunia, akan kembali dibuka setelah kesepakatan damai diteken.
"Faktanya, mereka (Iran) tidak lagi menginginkan senjata nuklir, dan mereka juga tidak akan memilikinya, baik melalui pembelian, pengembangan, maupun cara perolehan lainnya," tulis Trump dikutip dari ANTARA pada Minggu (14/6/2026).
Pernyataan tersebut menandai perubahan nada yang signifikan dibandingkan ketegangan panjang antara kedua negara terkait program nuklir Iran. Trump bahkan menyebut hubungan Amerika Serikat dan Iran kini "jauh berbeda dan lebih baik" dibandingkan pada periode pemerintahan sebelumnya.
Selain isu nuklir, Trump menegaskan kesepakatan tersebut tidak melibatkan pembayaran dana Amerika Serikat kepada Iran, berbeda dengan kesepakatan era Presiden Barack Obama yang selama ini kerap ia kritik.
"Tidak akan ada uang yang berpindah tangan," katanya.
Selat Hormuz Jadi Sorotan
Isu pembukaan Selat Hormuz menjadi perhatian utama karena jalur laut sempit itu dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak global. Ketegangan di kawasan tersebut selama ini sering memicu kekhawatiran pasar energi dunia.
Jika benar tercapai, kesepakatan ini tidak hanya berdampak pada hubungan AS-Iran, tetapi juga berpotensi menurunkan risiko gangguan pasokan energi global dan meredakan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Baca Juga: Iran Bantah Mentah-mentah Klaim Damai Donald Trump
Iran dan Pakistan Beri Sinyal Positif
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Teheran dan Washington belum pernah sedekat ini dalam mencapai nota kesepahaman. Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan naskah final kesepakatan damai telah disepakati.
Kementerian Luar Negeri Pakistan juga menyebut upacara penandatanganan elektronik dijadwalkan berlangsung pada Minggu.
Meski demikian, Iran tetap mempertahankan posisi bahwa uranium hasil pengayaan tingkat tinggi harus diproses di wilayah Iran sendiri. Sikap ini menunjukkan masih ada isu teknis dan politik yang sensitif dalam implementasi kesepakatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!