News / Internasional
Minggu, 14 Juni 2026 | 09:08 WIB
Presiden AS, Donald Trump. [IG/@realdonaldtrump]
Baca 10 detik
  • Presiden Donald Trump menyatakan Amerika Serikat dan Iran segera menandatangani kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik diplomatik berkepanjangan.
  • Kesepakatan tersebut memastikan penghentian program senjata nuklir Iran serta menjamin pembukaan kembali jalur perdagangan minyak Selat Hormuz.
  • Penandatanganan secara elektronik dijadwalkan berlangsung pada Minggu sebagai upaya meredakan ketegangan geopolitik dan stabilitas pasokan energi dunia.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim kesepakatan untuk mengakhiri konflik dengan Iran akan segera ditandatangani, sebuah langkah yang berpotensi menjadi terobosan diplomatik paling signifikan dalam hubungan Washington-Teheran dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam pernyataan melalui platform Truth Social pada Sabtu, Trump mengatakan penandatanganan kesepakatan dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat. Ia juga menyebut Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi perdagangan minyak dunia, akan kembali dibuka setelah kesepakatan damai diteken.

"Faktanya, mereka (Iran) tidak lagi menginginkan senjata nuklir, dan mereka juga tidak akan memilikinya, baik melalui pembelian, pengembangan, maupun cara perolehan lainnya," tulis Trump dikutip dari ANTARA pada Minggu (14/6/2026).

Pernyataan tersebut menandai perubahan nada yang signifikan dibandingkan ketegangan panjang antara kedua negara terkait program nuklir Iran. Trump bahkan menyebut hubungan Amerika Serikat dan Iran kini "jauh berbeda dan lebih baik" dibandingkan pada periode pemerintahan sebelumnya.

Selain isu nuklir, Trump menegaskan kesepakatan tersebut tidak melibatkan pembayaran dana Amerika Serikat kepada Iran, berbeda dengan kesepakatan era Presiden Barack Obama yang selama ini kerap ia kritik.

"Tidak akan ada uang yang berpindah tangan," katanya.

Selat Hormuz Jadi Sorotan

Isu pembukaan Selat Hormuz menjadi perhatian utama karena jalur laut sempit itu dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak global. Ketegangan di kawasan tersebut selama ini sering memicu kekhawatiran pasar energi dunia.

Jika benar tercapai, kesepakatan ini tidak hanya berdampak pada hubungan AS-Iran, tetapi juga berpotensi menurunkan risiko gangguan pasokan energi global dan meredakan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Baca Juga: Iran Bantah Mentah-mentah Klaim Damai Donald Trump

Iran dan Pakistan Beri Sinyal Positif

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Teheran dan Washington belum pernah sedekat ini dalam mencapai nota kesepahaman. Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan naskah final kesepakatan damai telah disepakati.

Kementerian Luar Negeri Pakistan juga menyebut upacara penandatanganan elektronik dijadwalkan berlangsung pada Minggu.

Meski demikian, Iran tetap mempertahankan posisi bahwa uranium hasil pengayaan tingkat tinggi harus diproses di wilayah Iran sendiri. Sikap ini menunjukkan masih ada isu teknis dan politik yang sensitif dalam implementasi kesepakatan.

Load More