SuaraBandung.id - Setelah persidangan kasus pembunuhan Brigadir J usai, Ferdy sambo dijatuhi hukuman mati sementara Putri Chandrawati dijatuhi hukuman penjara.
Namun, beredar rumor bahwa Ferdy Sambo meninggal dunia dan kini disusul oleh Putri Chandrawati yang mengakhiri hidupnya sendiri.
Benarkah rumor tersebut? Mari kita cek fakta berikut ini.
Cek Fakta
Rumor bahwa Putri Chandrawati mengakhiri hidup setelah Ferdy Sambo meninggal diunggah oleh kanal Youtube Suka Gosip pada (6/3/2023) dengan judul INNALILLAHI, Putri Candrawathi Ikut Mengakhiri Hidup Setelah Tau Sambo Sudah Di Eksekusi Mati.
Dalam video berdurasi 3 menit 24 detik tersebut, narator mengutip berbagai sumber sosial media yang mengatakan bahwa Putri Chandrawati nekat mengakhiri hidupnya sendiri setelah Ferdy Sambo dikabarkan meninggal dunia.
Namun, narator justru tidak membahas mengenai kapan dan di mana peristiwa itu terjadi. Tidak ada informasi mengenai tempat kejadian peristiwa maupun kabar lainnya yang mendukung rumor ini.
Pada akhir video narator juga menyoroti bahwa berita ini tidak dapat dibuktikan kebenarannya.
Simpulan
Berdasarkan penelusuran tim Suara Bandung, maka dapat dipastikan berita mengenai Putri Chandrawati yang mengakhiri hidupnya sendiri setelah Ferdy sambo meninggal adalah hoax.
Tidak pernah ada kabar mengenai kematian keduanya, dan hingga saat ini baik Sambo maupun PC masih menjalani tahanan di bawah pengawasan kepolisian.
Adapun penyebaran berita bohong/palsu dapat dijerat oleh pasal hukum yang berlaku.
Catatan:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta bandung.suara.com (Suara Network Jabar) mitra suara.com.
Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim