SuaraBandung.id - Kabar pemakaman Ferdy Sambo kembali mencuat dari beberapa akun YouTube dan memicu pro kontra di kalangan masyarakat.
Seperti halnya berita yang telah diunggah yakni tentang kondisi ricuh antara Kapolri dan warga yang penasaran dengan prosesi pemakaman Ferdy Sambo.
Lalu apakah berita pemakaman ini benar adanya? Lalu bagaimana fakta yang sesungguhnya dari dalang pembunuhan Brigadir J ini?
Cek Fakta:
Tersebarnya video dengan judul seperti ini nampaknya banyak membuat masyarakat menelan berita mentah-mentah dan tidak melakukan crosscheck.
Maka tim cek fakta bandung.suara.com pun terdorong untuk melakukan analisis terkait kebenaran berita tersebut dan menjelaskan fakta yang sebenarnya terjadi.
Video dengan judul 'Pemakaman Ferdy Sambo Berlangsung Ricuh antara Kapolri dan Warga yang Memaksa Masuk karena Penasaran' yang diunggah oleh akun YouTube Central Berita Indonesia pada (6/3/2023).
Menampilkan berbagai foto yang dibuat untuk menyakinkan penonton mulai dari foto mobil ambulan, bunga yang ditabur di pemakaman, juga foto Ferdy Sambo dan keluarganya.
Namun narasi yang disampaikan bertolak belakang dengan judul yang digunakan. Narrator bahkan tak lagi menyebutkan perihal pemakaman suami dari Putri Candrawati melainkan hanya berita tentang dirinya yang ditetapkan sebagai dalang.
Baca Juga: Prediksi Leicester vs Chelsea di Liga Inggris: Head to Head, Skor dan Link Live Streaming
Kesimpulan:
Dari hasil analisis berdasarkan video yang beredar dengan fakta yang terjadi sesungguhnya, Tim Cek Fakta menyimpulkan bahwa berita pemakaman Ferdy Sambo adalah kabar Hoax.
Video tersebut sengaja membuat judul video dan thumbnail sampul yang bersifat clickbait agar mendapatkan banyak viewers.
Tindakan seperti ini jelas menyalahi aturan, tidak bertanggung jawab dan membuat kebingungan di kalangan masyarakat.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta bandung.suara.com (Suara Network Jabar) mitra suara.com.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim