SuaraBandung.id - Seperti yang telah kita ketahui, rukun islam ada 5. Mengucapkan dua kalimat syahadat, melaksanakan sholat, berzakat, menunaikan puasa dan naik haji (bila mampu).
Berbicara perihal rukun islam ke-5, yakni naik haji, biasanya menjadi poin paling didambakan bagi mayoritas umat muslim di dunia.
Karena dengan naik haji, seseorang bisa menginjakkan kaki dan secara langsung berkunjung ke rumah Allah.
Membicarakan naik haji, tak pernah lepas pula dari kemampuan seseorang yang menyangkut dengan kesehatan, umur hingga harta benda yang dimiliki.
Berkaitan dengan itu pula, dalam sebuah kajiannya, Buya Yahya mendapatkan sebuah pertanyaan terkait proses seseorang saat akan menunaikan ibadah haji.
Adapun kasus yang terjadi adalah jika calon jamaah yang sudah melunasi dana haji, kemudian diambil untuk kebutuhan, apakah diperbolehkan?
Buya Yahya lantas menjawab, hal itu sah-sah saja. Sebab waktu itu masih cukup dan sekarang menjadi butuh karena suatu hal.
Tetapi, ketika dalam keadaan normal, apalagi takut ongkos semakin mahal lebih baik jangan diambil. Sebab menabung itu menunjukan punya adzam (bertekad kuat) untuk haji.
Buya Yahya menjelaskan bahwa tidak menutup kemungkinan, ketika mau niat berangkat dan Allah kasih rezeki. Jadi jangan berpikir seolah-olah kita suudzon kepadaNya dengan tidak menepati janjiNya.
Baca Juga: 5 Selebriti Indonesia yang Nonton Konser BLACKPINK, Ada Peavita Pearce!
Maka dari itu tidak perlu diambil, walaupun itu uang sendiri dan ibadah haji pun bisa di tahun berikutnya.
“Tapi yang terbaik tidak usah untuk mengambilnya selama tidak terdesak untuk menggunakannya. Kalau masalah ongkos nambah, Insyaallah ada rezekinya,” ungkap Buya Yahya, Senin (13/3/2023).
Buya juga menyarankan supaya jangan sampai 'termakan' omongan pemilik travel, yang memainkan psikologi dengan mengatakan umur sudah senja. Lantas disarankan untuk membatalkan haji dan diarahkan supaya umroh saja.
“Sebab kalau nanti haji ya pasti ada umrohnya. Tapi kalau umroh saja tidak ada hajinya. Jadi kalau mau umroh jangan ambil dana haji dan cari rezeki lain,” sarannya.
Ia menambahkan bahwa takdir itu ada di tangan Allah. Jadi jangan ngatur urusanNya selama niat baik, maka dianjurkan untuk dilaksaanakan.
“Haji wajib bagi orang yang mampu, tapi kita tidak diwajibkan mencari uang untuk haji, yang diwajibkan suami menafkahi istri,” pungkasnya. (*/Alina)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Hujan di Parangtritis: Ketika Perjalanan Tak Sesuai Rencana Justru Memberi Cerita
-
Beradu Akting dengan Lulu Tobing, Shofia Shireen Akui Sempat Gemetar di Lokasi Syuting
-
Karakter JUMBO Hidupkan Suasana Kampung Seruni di Cibubur dan Prigen
-
Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS
-
Jangan Asal Nyaman, Ini 7 Sepatu Lari yang Direkomendasikan untuk Cegah Cedera
-
Tabungan Pesirah BSB: Ketika Nilai Simpanan Bertemu Peluang Raih Mobil dan Kemudahan Transaksi
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Helikopter PK-CFX Hilang Kontak hingga Ditemukan Jatuh di Sekadau, Ini 11 Jam Krusialnya
-
Kawal Agenda Ekonomi Kerakyatan, Kang Hero Dianugerahi KWP Award 2026
-
Arsenal di Ujung Tanduk, Aaron Ramsey: Menang Lawan Manchester City Harga Mati!