SuaraBandung.id – Buya Yahya dalam kajiannya mengungkapkan mengenai hal yang menyebabkan hati tidak rindu pada kebaikan.
Ternyata gara-gara ini, seseorang menjadi tidak rindu pada kebaikan dan hatinya pun sudah tertutup gelap.
Lantas, apa yang sebabkan seseorang tidak rindu pada kebaikan itu? Begini penjelasan Buya Yahya.
Dikatakan Buya Yahya bahwa sebab hati tidak rindu pada kebaikan adalah karena dosa yang dilakukan.
“Yang menjadi sebab hati tidak rindu melakukan kebaikan adalah disebutkan dosa-dosa yang kita lakukan,” ungkapnya, dikutip dari Short YouTube @AlBahjahTV, Rabu (15/3/2023).
Diungkapkan Buya Yahya Rasulullah SAW bahkan menyebutkan bahwa pada dasarnya hati seseorang itu rindu kepada Allah, namun terkadang sudah tertutup oleh dosa yang dilakukannya.
“Sampai dikatakan bahwa Baginda Nabi menyebutkan hati kita itu pada dasarnya rindu kepada Allah, cuman kadang akan tertutup dosa sampai digambarkan bagaimana dosa itu menutup hati menjadi gelap,” lanjutnya.
Dosa yang terus menerus dilakukan, lama kelamaan akan menjadi noda hitam di hati sehingga membuat hati menjadi gelap.
“Dosa yang dilakukan seorang hamba akan menjadi titik noda hitam di hati, kemudian melakukan dosa lagi, hingga pada akhirnya menjadi gelap itu hati,” katanya.
Baca Juga: Hasil Investigasi Sementara, Kebocoran Data Bukan Bersumber dari BPJamsostek
Kalau hati gelap, biarpun otaknya mengerti itu sebuah kebenaran, tahu itu dosa, tapi kenapa orang masih melakukannya karena hatinya tertutup dengan kemaksiatan yang sebelumnya.
Sumber: Short YouTube @AlBahjahTV
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung