SuaraBandung.id – Ibunda Ferry Irawan yakni Hariati merasa janggal dengan proses hukum dugaan KDRT yang terjadi pada anaknya terhadap Venna Melinda.
Hal itu diungkap saat konferensi pers baru-baru ini, dengan didampangi ibu-ibu korban KDRT lain.
Dikatakan Hariati kejanggalan tersebut berasal dari proses hukum yang terjadi, anaknya yakni Ferry Irawan yang belum terbukti melakukan KDRT namun sudah menjadi tersangka dan dipenjara.
Sedangkan menurutnya, korban-korban KDRT lain proses hukumnya begitu lama.
“Yang lama-lama kok gak diproses sampai bertahun-tahun kadang-kadang sudah terbukti juga, nah giliran anak saya kalau memang dia salah pasti mamih juga akan menyalahkan tapi ini kan belum terbukti tiba-tiba udah dimasukin sel,” ungkap Hariati, dikutip dari YouTube BIBIR MERAH ENTERTAINMENT NEWS, Minggu (26/3/2023).
Hariati pun mengatakan bahwa jangan sampai ada pilih kasih dalam proses hukum KDRT, apa karena Venna Melinda dan Ferry rawan seorang artis sehingga prosesnya begitu cepat.
“Ini ibu-ibu udah lama menunggu keadilan, tapi anak saya dua minggu langsung, apa karena artis? Jadi jangan pilih kasih,” lanjutnya.
Diketahui, proses persidangan KDRT yang dilakukan Ferry Irawan terhadap Venna Melinda akan segera digelar, yakni pada Senin (27/3/2023).
Baca Juga: Diserang KKB saat Amankan Salat Tarawih, Dua Anggota TNI-Polri Tewas Ditembak
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan