SuaraBandung.id - Penggemar sepak bola di Indonesia serempak merasakan kekecewaan dan duka akibat gagalnya perhelatan Piala Dunia U-20 di negara ini.
Berita batalnya Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 ini lantas mengundang berbagai reaksi dan kritikan dari para netizen.
Pemerintah Indonesia pun tak luput dari kritikan ini. Seorang netizen bahkan menyoroti bagaimana pemerintah tampaknya gagal untuk menangani perkara sepak bola di Indonesia.
Dilansir dari Twitter pada (29/3/2023), seorang netizen menyoroti statement atau pernyataan pemerintah Indonesia pada berita mengenai batalnya perhelatan Piala Dunia U-20 di Indonesia dengan tragedi Kanjuruhan memiliki persamaan.
Potongan pernyataan resmi dari Presiden Jokowi pun mendapat perhatian.
Dalam potongan pernyataan resmi itu, kalimat “saya jawab di lain waktu” dan “saya menjamin” menjadi perhatian netizen.
“Twit ini bukan soal U20, sepakbola atau Israel. Yg itu terserahlah.
Twit ini dgn cerdas memperlihatkan kegagalan pemimpin dalam menempatkan skala prioritas & mempertanggungjawabkan kesalahan yg mengakibatkan hilangnya 135 nyawa.
Kita tak akan lupa.” tulis sebuah akun Twitter.
Baca Juga: Perkara Batalnya Piala Dunia U-20, Fahmi Agustin: Buktikan Punya Nyali
Hal ini lantas mengundang beragam reaksi dari netizen.
Banyak yang turut menyayangkan batalnya Indonesia jadi tuan rumah Pildun U-20 yang dianggap membunuh mimpi anak bangsa ini.
Akan tetapi, tak sedikit pula netizen yang justru bersyukur Indonesia gagal menjadi tuan rumah karena pemerintah negara dianggap tidak akan mampu menangani perhelatan sebesar itu.
“Emang sudah sepantasnya piala dunia u-20 di Indonesia dibatalkan. Para pejabatnya udah nggak punya hati.” komentar seorang netizen.
“Jgn main2 sama masalah nyawa orang, apa lg ini sampe ratusan jiwa yg jd korban. Masalahnya ini tentang nyawa manusia, dgn rakyatnya sendiri saja menyepelekan apa lagi klo jadi tuan rumah FIFA tak mungkin mau mengorbankan nyawa manusia yg dikhawatirkan spt tragedi kanjuruhan” komentar seorang netizen.
(*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Viral Pelayanan Jutek di Puskesmas Cisarua, Ini Respons Pimpinan
-
Persib vs PSM Makassar: 6 Poin Penting Pesan Pak Haji Umuh untuk Jaga Tahta Klasemen
-
3 Rekomendasi Sepatu Lokal Terbaik Januari 2026, Kualitas Premium Cuma 300 Ribuan
-
'Satu Foto Sejuta Cerita' Dedie A. Rachim Terpukau oleh Karya Jurnalistik di APFI 2026
-
4 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaik untuk Bapak-Bapak di Mei 2026
-
Long Weekend Makin Nyaman, BSB Cash Bank Sumsel Babel Jadi Andalan Pengguna Tol dan LRT
-
Gaya 'Old Money' dengan Sepatu Lari Lokal: 5 Brand yang Tampil Mewah Tanpa Logo Mencolok
-
Waspada Hantavirus! Banten Pernah Catat 1 Kasus, Pintu Masuk Internasional Dijaga Ketat
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
Dedi Mulyadi Ingin Kembalikan Kawasan Batutulis Bogor Jadi Area Hijau dan Sejarah