SUARA BANDUNG - Kasus terungkapnya dana transaksi janggal di Kemenkeu sebesar 349 Triliun masih bergulir hingga kini.
Kabar terkait adanya transaksi janggal sebesar 349 Triliun Rupiah di Kemenkeu diungkap oleh Mahfud MD Pada Rabu (8/3/23) lalu.
Namun beredar kabar adanya perbedaan jumlah transaksi janggal 349 Triliun tersebut antara data yang disampaikan oleh Mahfud MD dengan yang dimiliki oleh Sri Mulyani.
Sementara Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dikabarkan sudah memberikan tanggapannya terkait kabar tersebut.
Lantas Benarkah rumor tersebut?
Rumor tersebut diunggah oleh kanal Youtube Kabar politik dengan judul Sumpah Jokowi Menggelegar! Data 349 Triliun Mahfud MD direspon Tegas.
Dalam tumbnail video tersebut menampilkan kolase foto yang sudah diedit yaitu Presiden Jokowi sedang menunjuk sesuatu saat berpidato dengan beberapa orang mengenakan seragam tentara di belakangnya.
Dalam video berdurasi 10 menit tersebut, narator menjelaskan bahwa Presiden Joko Widodo telah merespon kabar terkait transaksi janggal 349 Triliun di Kemenkeu.
Baca Juga: Komisi I DPR RI Resmi Tetapkan 5 Calon Dewas TVRI Terpilih
Presiden Jokowi hanya tersenyum saat ditanya terkait kabar adanya transaksi janggal 349 Triliun tersebut dan menyerahkan kasus tersebut pada kedua belah pihak.
Narator juga menjelaskan terkait adanya perbedaan data antara Mahfud MD dan Sri Mulyani. Hal tersebut hanyalah salah paham. Karena Kemenkeu tak menerima surat dari PPATK sepenuhnya.
Kesimpulan:
Berdasarkan penelusuran tim Suara Bandung, kabar bahwa Presiden Jokowi beri respon terkait perbedaan data transaksi janggal 349 antara Mahfud MD dan Sri Mulyani adalah Hoaks atau tidak benar.
Seperti yang dijelaskan oleh narator pada video tersebut bahwa presiden Joko Widodo hanya tersenyum ketika ditanya perihal transaksi janggal 349 Triliun tersebut tanpa memberikan respon berarti.
Catatan Redaksi:
Ini adalah salah satu artikel yang masuk dalam konten cek fakta suarabandung.com, dibuat dengan sumber yang jelas namun tidak bisa dijadikan rujukan karena masih berpotensi salah informasi.
Publik dipersilakan memberikan kritik melalui kolom komentar atau menghubungi Redaksi Suara.com melalui email cekfakta@suara.com. (*)
Sumber berita: Youtube Kabar Politik
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan