SUARA BANDUNG – Dalam salah satu cuplikan ceramah, Ustadz Abdul Somad menjawab pertanyaan dari jemaah, “bolehkah memotong gaji karyawan yang tidak disiplin tapi uang dendanya digunakan untuk kurban?,”
Ustadz Abdul Somad mencontohkan, misal yang terlambat ada ratusan orang sedangkan kurban ketentuannya sudah jelas, kambing untuk satu orang dan sapi untuk tujuh orang.
Kemudian bagaimana cara menentukan siapa yang berkurban? Sedangkan orang yang terlambat kerja tidak ada niat untuk berkurban.
Kekeliruan pertama adalah “kurbannya untuk siapa?,” Dalam ibadah, segala perbuatan dan amalan kita tergantung pada niatnya. Sedangkan orang yang terlambat datang ke pekerjaan, mereka sama sekali tidak ada niat (mengeluarkan uang dendanya) untuk berkurban.
Ustadz Abdul Somad menilai, “ini merupakan semangat ibadah yang luar biasa namun tidak disertai dengan ilmu fiqih yang baik jadi tidak termasuk beribadah?,” katanya.
Kemudian apakah bisa uang denda dibelikan hewan kurban? Dan bagaimana caranya agar perbuatan tersebut tercatat sebagai ibadah?
Ustadz Abdul Somad menjawab bisa saja, asal ada akad di awal.
Misal uang denda dari karyawan tersebut disepakati mutlak menjadi milik perusahaan. Ketika sudah mencapai nominal tertentu dan cukup untuk dibelikan hewan kurban maka tentukan untuk siapa hewan kurban itu.
Ini serupa dengan menerima pemberian uang dari non muslim untuk berkurban. Itu boleh. Uang tersebut diterima dulu (misal oleh pengurus masjid), kemudian disepakati bahwa uang tersebut akan digunakan untuk kurban atas nama orang-orang di dalam kepengurusan.
Baca Juga: Menantu Wapres Ma'ruf Amin Meninggal Dunia, DPP NasDem Berduka
Dalam islam salah satu yang membuat halal dan haram (dalam bertransaksi) adalah akadnya. Apakah berbentuk hadiah, infaq, zakat, hibah, wasiat atau apa? Bendanya bisa saja sama, yang membedakan adalah akadnya.
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
THM Panhead Jadi Perbincangan usai Kasus Penembakan TNI dan Temuan Senjata Rakitan
-
Pernah Dipakai Runner Harian, Sekarang 7 Sepatu Lari Ini Justru Jadi Barang Koleksi Mahal
-
Cetak Sejarah! Dhea Natasya Jadi Atlet Perempuan Indonesia Pertama di World Longboard Tour 2026
-
Ayah dan Anak Tewas dalam Rumah Terbakar di Musi Banyuasin, Warga Tak Sempat Menolong
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Pesirah Bank Sumsel Babel Kini Jadi Pilihan Anak Muda Sumsel untuk Bangun Dana Darurat
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha