SUARA BANDUNG - Pernyataan kontroversial Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia bocor dan bikin geger publik.
Pasalnya, dalam pernyataan Bahlil Lahadalia itu, ia mengungkapkan perilaku dirinya saat masih menjadi pengusaha dan belum menjabat sebagai seorang menteri.
Hingga ucapan yang Bahlil Lahadalia lontarkan, dianggap sebagai upaya membongkar bobroknya sendiri oleh warganet.
Pernyataan Bahlil Lahadalia tersebut diunggah oleh salah satu pengguna Twitter @BosPurwa pada hari Senin (10/4/2023).
"Alamakjang, seorang menteri bisa ngomong gini. Pathetic!," cuit @BosPurwa.
Dalam potongan video berdurasi 0,33 detik itu, Bahlil terang-terangan mengakui bahwa saat menjadi pengusaha ia bertugas untuk menyiasati aturan dan menaklukkan pejabat.
"Kalau dulu, tugas saya waktu masih jadi pengusaha, itu mensiasati aturan dan menaklukkan pejabat. Kalau sekarang tugas saya adalah bagaimana menegakkan aturan," ujar Bahlil dengan bangganya.
Bahlil meneruskan, sebagai seorang menteri, ia mengatakan bahwa pengusaha di Indonesia yang hebat di matanya ada dua kriteria.
Pertama adalah pengusaha yang bisa menaklukkan pejabat dan kedua adalah yang bisa menyiasati aturan.
Baca Juga: Wacana Koalisi Besar Bukti KIR dan KIB Mulai Ketakutan Lihat Gelombang Dukungan Anies Baswedan
Pernyataan tersebut lantas ramai direspon publik, bahkan ada yang mengatakan bahwa Menteri Investasi dulunya juga seorang 'mafia.'
"pantas dulu mafia juga ternyata..," komen @bood**sign
"Yah dia buka sendiri kelakukan bobrok nya...," kata @pettas**a1
"Lha itu sudah pengakuan, silakan diciduk @KPK_RI," timpal @semar2**4 (*)
Sumber: Twitter @BosPurwa
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung