SUARA BANDUNG - Umat muslim saat Hari Raya Idul Fitri biasanya menyiapkan berbagai hidangan.
Dari camilan kue kering, minuman segar hingga makanan berat. Hal ini sudah berjalan dari waktu ke waktu saat Idul Fitri.
Sebagai contoh minuman khas saat Idul Fitri, yakni seperti sirup melon, es buah hingga lainnya.
Namun, terdapat satu makanan yang menyita perhatian. Karena setiap lebaran Idul Fitri selalu ada.
Apalagi kalau bukan opor ayam. Benar sekali, makanan berat yang satu ini selalu menjadi menu favorit masyarakat Indonesia.
Namun, tahukah Anda mengenai sejarah dari opor ayam? Simak ulasannya.
Opor ayam adalah masakan khas Indonesia yang terbuat dari daging ayam, lalu dimasak dalam bumbu santan alami maupun instan. Bernicara sejarah opor ayam, makanan ini berasal dari pengaruh budaya beberapa daerah di Indonesia.
Pada zaman dahulu, opor ayam lebih dikenal sebagai "senggang ayam" yaang berasal dari wilayah Jawa. Namun, setelah bumbu-bumbu baru zaman berkembang, pedagang dari India mengenalkan sebuah modifikasi. Kemudian masakan ini mulai berubah menjadi "opor ayam" yang lebih dikenal hingga kini.
Bumbu-bumbu dari pedagang India meliputi kunyit, kemiri, jahe, lengkuas, daun salam, serai, dan bawang putih.
Baca Juga: Wajib Tahu! 4 Faktor Penyebab Kebangkrutan dalam Berbisnis
Selain pengaruh dari budaya Jawa dan India, ternyata opor ayam juga dipengaruhi oleh budaya Tionghoa.
Beberapa bahan seperti telur pindang dan jamur kuping sering ditambahkan ke dalam opor ayam untuk memberikan cita rasa yang lebih bervariasi ternyata berasal dari budaya Tionghoa.
Kini, opor ayam telah menjadi salah satu masakan yang populer di Indonesia dan sering dihidangkan dalam berbagai acara seperti Idul Fitri, pernikahan, dan acara lain.
Resepnya telah disesuaikan dengan berbagai selera dan kebiasaan masayarakat Indonesia, sehingga memiliki banyak variasi.(*)
Sumber: YouTube Dunia Sejarah
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Kasus Hindoli Terkuak, Tersangka Sumur Ilegal Ditangkap Usai Berpindah hingga Jambi
-
5 Mitos Pulau Kemaro yang Masih Dipercaya Warga, dari Cinta Tragis hingga Pantangan Misterius
-
Tren Baru di Jakarta, Lari Santai Tanpa Target, Ini Alasan Sepatu Cushion Makin Digemari
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Hemat Bagasi Tanpa Ribet, Sepatu Lari Multifungsi Ini Bisa Dipakai Jogging, ke Mall hingga Traveling
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Pertina NTT Gugat Menpora: Legalitas Perbati Tak Terbukti di Persidangan, DPP Pertina Beri Dukungan
-
Makna Sakral Tato Dayak: Mengapa Setiap Guratan di Tubuh Punya Cerita Hidup?
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Segel Dibuka Selasa, Subkon Ancam Segel Ulang Gedung MUI Sukabumi Jika Kamis Belum Dibayar