- Serangan udara Israel di Lebanon selatan pada Kamis (28/5/2026) menewaskan 16 orang serta melukai 58 warga sipil lainnya.
- Militer Israel membombardir wilayah sipil, infrastruktur, hingga apartemen di Beirut selatan dalam eskalasi konflik yang semakin meningkat tajam.
- Otoritas Israel mengeluarkan perintah evakuasi massal bagi warga di Lebanon selatan demi menyasar target yang diduga kelompok Hizbullah.
Suara.com - Serangan militer Israel di Lebanon selatan kembali meningkat tajam.
Sedikitnya 16 orang dilaporkan tewas dan 58 lainnya luka-luka setelah rentetan serangan udara menghantam berbagai wilayah pada Kamis (28/5/2026) waktu setempat.
Otoritas kesehatan Lebanon menyebut enam korban tewas berasal dari satu keluarga yang sedang melarikan diri.
Mereka menjadi korban serangan drone Israel di Jalan Adloun, jalur utama penghubung Sidon dan Tyre.
Serangan itu terjadi di tengah eskalasi besar-besaran Israel terhadap wilayah Lebanon selatan.
Jet tempur Israel dilaporkan membombardir permukiman warga, jalan raya, hingga infrastruktur sipil.
Dikutip dari Aljazeera, Israel juga melancarkan serangan ke sebuah apartemen di Beirut selatan.
Ini menjadi serangan pertama ke ibu kota Lebanon dalam tiga pekan terakhir.
Media Israel menyebut serangan tersebut diduga merupakan upaya pembunuhan terhadap target tertentu.
Baca Juga: PBB Dikabarkan Masukkan Israel ke Daftar Hitam Kekerasan Seksual di Zona Konflik
Namun hingga kini militer Israel belum memberikan pernyataan resmi.
Wilayah Beirut selatan diketahui menjadi basis kuat kelompok Hizbullah.
Amerika Serikat sebelumnya disebut menekan Israel agar tidak menyerang ibu kota Lebanon demi menjaga peluang perundingan damai.
Militer Lebanon mengonfirmasi satu tentaranya tewas akibat serangan Israel di wilayah Nabatieh. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah personel militer Lebanon juga dilaporkan menjadi korban serangan di Lebanon selatan dan Lembah Beqaa.
Sementara itu, Israel mengeluarkan perintah evakuasi massal di sejumlah wilayah selatan termasuk Tyre dan daerah sekitarnya.
Warga diminta segera meninggalkan rumah dan bergerak ke utara Sungai Zahrani, sekitar 40 kilometer dari perbatasan Israel-Lebanon.
Berita Terkait
-
PBB Dikabarkan Masukkan Israel ke Daftar Hitam Kekerasan Seksual di Zona Konflik
-
Perjanjian Ibrahim Cara Trump Paksa Negara Arab 'Bermesraan' dengan Israel
-
Harga Domba Capai Rp76 Juta! Cerita Miris Idul Adha 2026 Umat Muslim Gaza
-
Tentara Israel Klaim Tewaskan Kepala Militer Hamas dalam Serangan di Gaza
-
Berani! Prancis Gugat Israel karena Siksa Aktivis Global Sumud Flotilla
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Bukan Cuma Iseng, Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Ternyata Pernah Ancam Pak RT
-
Pilu! Korban Rudapaksa Jagakarsa Melahirkan, Bayi Terpaksa Diserahkan ke Dinsos
-
Jadi Tersangka, Kejagung Klaim Febrie Adriansyah Mundur Sukarela dan Tak Lagi Dikawal TNI
-
Skandal Korupsi Lingkaran Prabowo, Uji Transparansi dan Integritas Penegakan Hukum
-
Prabowo Perintahkan Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30200 GT
-
Pimpinan Ponpes Pembakar Santri Segera Ditahan, Polisi Ungkap Fakta Miris Sejak 2005
-
DPR Cium Aroma Intervensi Elite Kasus Pembakaran Santri Lombok, Singgung Jaringan Nahdlatul Wathan
-
BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR
-
Kejagung Bantah Febrie Adriansyah Umrah Usai Tersangka: Sudah Dicekal, Masih di Indonesia
-
KPK Masih Buka Peluang Supervisi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Siap Pantau