SUARA BANDUNG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo akhirnya memberikan tanggapan terkait foto dirinya berpelukan mesra dengan salah satu bintang porno, Maria Ozawa alias Miyabi.
Usai Ketua Umum (Ketum) PDI-P, Megawati Soekarnoputri secara resmi menunjuk Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (Capres) yang diusung partai mereka, heboh foto Gubernur Jawa Tengah tersebut yang seolah sedang berpelukan mesra dengan Miyabi viral di internet.
Karena hal tersebut, Ganjar Pranowo akhirnya menjawab kebenaran dari foto dirinya bersama Miyabi di depan Andy F. Noya pada hari Minggu (14/5/2023).
Andy F. Noya menanyakan bagaimana pendapat dari Ganjar Pranowo, terkait hebohnya foto si Gubernur dengan Miyabi beberapa waktu lalu.
Ganjar pun tertawa kecil mendengar pertanyaan itu, lantas menjawab dengan tenang bahwa itu salah satu bentuk Black Campaign.
"Jadi ternyata orang dalam berpolitik masih menggunakan Black Campaign," kata Ganjar, seperti dikutip pada hari Rabu (17/5/2023).
Ia lantas meneruskan, bahwa dirinya masih menerima Negative Campaign, namun tidak untuk Black Campain.
"Black Campaign lebih pada hoax, kalau Negative Campign lebih mungkin 'Ganjar tidak berhasil dalam sektor A, sektor B, sektor C', itu boleh. Karena data kemudian bisa ditampilkan secara baik-baik," jelas Ganjar.
"Tapi kalau Black Campaign, lebih pada hoax dan fitnah," lanjutnya.
Baca Juga: Johnny G Plate Tersangka, Surya Paloh Tunjuk Hermawi Taslim Jadi Plt Sekjen Partai NasDem
Meski begitu, dikatakan Ganjar bahwa hal semacam itu telah ia prediksi sebelumnya. Sebab, jauh sebelum dirinya resmi ditunjuk sebagai Capres dari PDI-P, sudah banyak kabar hoax yang tersebar di kanal YouTube tentang dirinya.
"Jadi saya bilang,'ya suatu ketika dengan model demokrasi yang seperti in, hal semacam itu memang sulit untuk dihindari," tambahnya.
Ia menegaskan bahwa hal-hal hoax yang malang-melintang di dunia maya terkait dirinya adalah salah satu konsekuensi yang tidak bisa dihindari. Sehingga mau tidak mau harus tetap dihadapi. (*)
Sumber: YouTube Metro TV
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Badai Pasti Berlalu! 5 Shio Ini Akhiri Masa Sulit dan Banjir Rezeki pada 26 Juni 2026
-
Belajar Bisnis Media di Chongqing, Bantu Branding Daerah lewat Influencer
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km