SUARA BANDUNG - Justinus Lhaksana atau Coach Justin memberikan pendapatnya terkait penyebab pembinaan sepak bola di Indonesia mengalami stuck.
Menurut Coach Justin, stuck atau mentoknya pembinaan sepak bola di Indonesia disebabkan banyaknya pemain luar negeri yang direkrut.
Sehingga, menurut pandangan Coach Justin, para pemain lokal tidak mendapatkan kesempatan untuk berkembang di persepakbolaan Indonesia.
Bahkan dengan pemain sepak bola yang berjumlah 11 orang, jika setengahnya sudah diisi pemain asing ditambah pemain naturalisasi, maka hanya sisa sedikit kesempatan untuk pemain lokal bergabung.
Hal tersebut dikatakan Coach Justin, akan berimbas pula dengan pemain-pemain timnas di kemudian hari.
"Lu boleh pake banyak pemain luar negeri, kalau seandainya liga lu sudah develop. Kalau kualitas pemain lokal sama dengan pemain luar, kayak di Inggris contoh. Kayak di Spanyol," saran Coach Justin, seperti dikutip dari Short YouTube @penagamatbolaa, Senin (3/7/2023).
"Tapi Indonesia ini kan masih jauh, kita masih berkembang," lanjutnya.
Seharusnya, pemain lokal diberikan kesempatan yang lebih untuk berkembang, terutama pemain-pemain muda.
"Itu kenapa salah satu alasan kita bagus di 17,18,19 abis itu stuck. Abis itu nggak kelihatan lagi," pungkasnya. (*)
Baca Juga: Pebalap Romain Febvre Rebut Juara MXGP Lombok 2023
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka
-
Polemik Panggil Kepala Dinas, Wabup Lebak: Itu Cara Saya Selesaikan Bencana dan Masalah Pasar
-
Bantah Dalih Pujian Bupati, Amir Hamzah Bongkar Perangai Kasar Hasbi di Depan OPD
-
Amir Hamzah Lawan Balik, Sebut Pidato Bupati Lebak Arogan dan Tidak Berpendidikan?
-
7 Fakta Kemacetan Parah di Bakauheni, Truk Antre Panjang Lumpuhkan Jalinsum hingga Tol
-
Diskon 50 Persen di Alfamart, Snack Favorit Ini Bikin Banyak Orang Borong Sekaligus
-
Donald Trump Hina Pangeran Arab, Sebut MBS Harus Menjilat AS di Tengah Ketegangan Global
-
Bantah Menghina, Bupati Lebak Dalihkan Sebutan 'Mantan Napi' Sebagai Pujian Prestasi untuk Wakilnya
-
Penyebab Bupati Lebak dan Wakilnya Terlibat Cekcok Terbuka: Singgung Pasal 66 ASN dan Masa Lalu
-
Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras