SUARA BANDUNG – Panas memang bikin gerah, tapi bisa mendatangkan penyakit lho. Karena itu, tetap waspada dengan panas yang terjadi, barangkali bukan hanya panas biasa.
Bisa saja itu termasuk penyakit demam berdarah yang memang disebabkan oleh infeksi virus dengue. Yang mana penularannya melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti.
Berdasarkan data, kasus DBD meningkat sejak tahun 1968. Pada situasi itu suhu udara menjadi panas dan menyebabkan semakin ganasnya Nyamuk Dengue dengan frekuensi gigitan 3-5 kali. Karena itu, masyarakat harus tetap waspada.
Apalagi saat sedang musim hujan juga harus tetap waspada, mengingat ada banyak genangan air yang memang menjadi tempat berkembangbiaknya Nyamuk Dengue, sehingga dapat menyebabkan penularan semakin meningkat.
Berdasarkan data dari Kemenkes, kasus DBD menunjukkan peningkatan dalam periode 10 tahun terakhir. Sementara pada tahun 2022 sendiri, kasus DBD mencapai 131.260 dan itu terjadi pada anak usia 0 hingga 1 tahun.
Provinsi Jawa Barat menjadi salah satu provinsi dengan sebaran tertinggi, dengan 1183 kematian dalam 5 provinsi.
Perlu diketahui bahwa nyamuk Dengue aktif menggigit pada pagi hari, yaitu pukul 8 sampai dengan 10 serta menjelang sore. Dan perlu untuk diketahui juga bahwa masa inkubasi nyamuk tersebut yaitu lima sampai sepuluh hari dan rata-rata gejala akan muncul tujuh hari semenjak terjadi gigitan.
Lalu, apa saja gejala infeksi Dengue?
Diantaranya yaitu demam tinggi mendadak selama beberapa hari, mengalami sakit kepala, mual, tulang sendi terasa ngilu, diare, hingga pendarahan. Kaki dan tangan yang dingin serta terasa lemah juga menjadi gejala infeksi.
Baca Juga: 5 Manfaat Cabai Rawit untuk Kesehatan, Bantu Cegah Kanker
Kemudian, bagaimana cara pencegahan terbaik DBD?
Yang terbaik adalah dengan memberantas sarang nyamuknya. Pemberantasan tersebut bisa dengan 3M plus, yaitu menguras dan menyikat, menutup tempat penampungan air, mendaur ulang barang bekas. Sementara untuk plusnya yaitu menanam tumbuhan pengusir nyamuk sebagai pencegahan gigitan.
Teknik Wolbachia juga menjadi teknik dalam upaya oencegahan DBD. Yaitu upaya melumpuhkan virus dengue sehingga tidak akan menular ke dalam tubuh manusia. Bandung sendiri menjadi salh satu kota dengan DBD tertinggi.
Vaksin Dengue juga bisa menjadi upaya pencegahan virus.
Sumber : @kemenkes_ri
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi
-
5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna